Legenda hidup Manchester United, Ryan Giggs, mengaku sedang dilanda stres berat. Itu lantaran dia sudah tak lagi terlibat dalam dunia sepakbola, baik sebagai pemain maupun manajer.
Giggs, yang memulai debutnya sebagai pemain di MU pada 1991, tak lagi terlibat pada dunia yang membesarkan namanya sejak awal musim ini. Padahal, dia sudah berkarier selama 28 tahun bersama The Red Devils.
Keputusan tersebut merupakan sebuah langkah besar bagi pria asal Wales itu. Sebab, kini dia hanya hidup selayaknya warga biasa.
Keadaan tersebut nyatanya membuat Giggs stres. Dia akhirnya memilih untuk berobat ke psikiater untuk meminta saran agar tak bingung menjalani hidup lantaran tak lagi terlibat di dunia sepakbola.
“Seluruh hidup saya selama 28 tahun hanya berada di MU. Kini, saya sedang berada dalam satu titik di mana saya harus melakukan transisi dalam karier dan menjalani kehidupan pribadi. Saya tahu itu akan sulit secara psikologi,” ujar pria 43 tahun seperti dikutip Mirror.
“Stres adalah suatu hal yang saya sikapi secara serius sebagai pemain, tapi terkadang saya juga tertekan,” jelasnya.
Seluruh mata pencinta sepak bola baru saja melihat kesuksesan Juventus mengalahkan tim mengejutkan, AS Monaco, dua gol tanpa balas di Stade Louis II, tengah pekan ini. Itu adalah langkah besar I Bianconeri untuk rebut gelar juara Liga Champions.
Musim ini, bisa dibilang menjadi langkah paling logis bagi Juventus untuk menyudahi dahaga gelar Liga Champions sejak 1995-96 lalu. Sebab, mereka punya kemampuan skuat yang bisa melakukan hal itu.
Hasil di kandang Monaco bisa dibilang menjadi salah satu bukti. Fakta kalau mereka tak pernah kalah dari tim asal Prancis itu kembali berjalan mulus.
Di bawah sentuhan pelatih Massimiliano Allegri, Juventus berpeluang besar meraih trofi Liga Champions. Mengapa? Berikut 5 alasannya;
5. Fokus dan Motivasi
Juventus berada di puncak klasemen Serie A dengan mengumpulkan 84 poin dari 34 pertandingan. Dengan hanya tersisa empat pertandingan, Bianconeri punya keunggulan sembilan poin yang nyaris mustahil dikejar oleh AS Roma.
Mereka akan menghadapi Lazio di final Coppa Italia. Tapi, laga itu baru digelar awal Juni sehingga skuat besutan Massimiliano Allegri bisa fokus sepenuhnya ke Eropa.
Di sisi lain, Real Madrid dan AS Monaco masing-masing akan bertarung dengan Barcelona dan PSG di untuk gelar liga domestik. Dengan gelar liga keenam berturut-turut hampir di tangan, Juventus akan memiliki pandangan yang bagus mengenai trofi Liga Champions untuk membuatnya menjadi raihan treble pada penghujung musim.
Jika itu tidak cukup, ada juga alasan tambahan untuk memenangkannya bersama kapten legendaris mereka, Gianluigi Buffon. Dalam karier 17 tahun dengan Juve, dia telah memenangkan hampir semua yang ditawarkan, kecuali liga Champions. Akankah ini akhirnya menjadi tahunnya? Hanya waktu yang akan memberitahu.
4. Skuat Paling Seimbang
Bersama Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, tim asal Turin ini memiliki duet bek tengah kelas dunia yang didukung oleh kehadiran Buffon di depan gawang serta diapit Dani Alves serta Alex Sandro. Andrea Barzagli dan Juan Cuadrado juga memainkan peran penting setiap saat sehingga memberi pelatih Massimiliano Allegri fleksibilitas untuk mengubah taktik kala mandek.
Juventus dapat menguasai lini tengah lapangan dengan gelandang seperti Miralem Pjanic dan Sami Khedira. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain sebagai ujung tombak yang mengancam dalam serangan.
Dengan formasi 3-4-3 yang diusung, Juventus sama sekali tak tersentuh di Eropa. Melaju sampai semifinal, mereka tidak sama sekali menelan kekalahan. Juventus membuktikan mereka punya skuat yang stabil.
3. Strategi Jenius dari Massimiliano Allegri
Allegri mengambil alih posisi Antonio Conte pada musim panas 2014. Namun, ia tampil dengan meyakinkan setelah membawa Juventus meraih gelar liga keempat sekaligus Coppa Italia.
Namun, Juventus kalah 1-3 dari Barcelona di final Liga Champions 2014/15. Musim 2015/16, Juventus berkembang dengan mengantongi gelar liga, Coppa, serta Supercoppa Italiana.
Mereka berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan treble bersejarah musim ini. Selama menjalani tugasnya di Juve, Allegri juga cerdik dalam bursa transfer. Dia mendatangkan Gonzalo Higuain yang telah memberikan Bianconeri mesin gol. Kemudian, Miralem Pjanic yang mengatur di lini tengah serta Andrea Barzagli dan Dani Alves telah menjadi nyawa di lini belakang dan sayap.
Pelatih asal Italia ini juga telah memberikan banyak bukti tentang kemampuannya untuk beradaptasi dengan formasi dan rotasi pemain. Melawan Barcelona, Allegri menggunakan empat bek. Sementara saat bertemu Monaco, ia menggunakan tiga bek. Insting membaca kekuatan lawan itu cukup diapresiasi karena punya hasil maksimal.
2. Potensi dan Serangan Mematikan
Duo Argentina Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala mungkin tidak selalu garang. Namun, mereka memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang yang didapatkan.
Higuain telah mencetak 23 gol di Serie A musim ini dan Dybala sembilan. Keduanya membawa Bianconeri ke ambang juara liga keenam berturut-turut.
Dengan 32 gol di antara mereka, keduanya menyumbang hampir 50% dari 70 gol Juventus di liga. Catatan di Liga Champions mereka sama mengesankannya, dengan sembilan gol dari total 19 yang dicetak oleh Juventus dalam kompetisi tersebut.
Lalu, yang lebih penting lagi, keduanya adalah pemain yang terbiasa menjalani laga besar untuk tim mereka. Dybala sukses beri pelajaran kepada Barcelona di perempat final. Sementara Higuain jadi bintang saat kontra AS Monaco
1. Pertahanan yang Tak Tertembus
Juventus memiliki pertahanan paling kuat dari empat semifinalis Liga Champions. Bianconeri mencatat sembilan clean-sheets dari 11 laga. Hanya Lyon dan Sevilla yang menembus benteng tersebut.
Sejak November 2016, klub Italia itu telah menyimpan enam clean-sheets dengan rataan kebobolan 0,18 per pertandingan (dibandingkan dengan 0,73 untuk Atletico, 1,36 untuk Real Madrid dan 1,64 untuk AS Monaco).
Sangat penting dicatat kualitasnya. Bahkan, trio MSN (Messi, Suarez, dan Neymar) Barcelona yang dikenal garang, malah gagal mencetak gol. Si Nyonya Tua tentu punya modal berharga dari duet maut lini tengah, Chiellini dan Bonucci. Menarik memang menantikan aksinya di semifinal leg kedua nanti.
Belakangan ini Philippe Coutinho ramai diberitakan akan hengkang dari Liverpool. Dia dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini.
Kubu Liverpool tampaknya akan merelakan kepergian playmaker asal Brasil tersebut jika nanti mendapatkan penawaran yang menarik dari Barcelona. The Reds pun sudah memiliki pemain incaran yang dinilai pantas menggantikan peran Coutinho.
Liverpool menjadikan winger PSG Lucas Moura sebagai rekrutan potensial untuk mengisi posisi lowong yang akan ditinggalkan Coutinho. Demi mendapatkan servis bintang asal Brasil tersebut di musim panas ini, The Reds siap mengajukan tawaran transfer senilai 30 juta juta poundsterling.
Namun Liverpool tidak sendirian dalam perburuan Lucas Moura. Klub La Liga Spanyol, Atletico Madrid, juga dikabarkan tertarik memboyongnya di akhir musim ini. Dilansir Telefoot, Los Rojiblancos ingin mendatangkan Lucas sebagai langkah antisipasi hengkangnya Antoine Griezmann ke Manchester United atau Chelsea.
Lucas Moura masih terikat kontrak PSG dua tahun lagi. Namun dia disebut-sebut sudah tak betah di Paris dan ingin mencari tantangan baru di klub lain musim depan. Di musim ini ia tampil 34 kali di ajang Ligue 1 Prancis, 26 di antaranya sebagai starter. Dia juga telah mencetak 16 gol di berbagai ajang kompetisi musim ini.
Manchester United (MU) saat ini memiliki dua kiper yang tengah dalam performa terbaiknya. Bahkan, ia masih memiliki stok kiper muda yang berbakat. Ia adalah Joel Pereira, kiper yang dinilai Jose Mourinho akan menjadi sosok hebat.
David De Gea dan Sergio Romero adalah dua kiper papan atas yang dimiliki MU saat ini. De Gea mungkin lebih unggul dalam hal popularitas. Namun jika bicara kualitas, Romero tak kalah jauh dari De Gera.
Karena hal itu, Mourinho pun mencoba untuk mengatur jadwal keduanya. Jika De Gea menjadi kiper utama di Liga Inggris, Romero akan menjadi pilihan pertama pada kompetisi domestik lain dan Liga Europa. Namun, De Gea dan Romero harus bersiap mendapatkan pesaing baru.
Itu karena Mourinho memproyeksikan Pereira sebagai kiper masa depan MU. Pereira sendiri sudah bergabung dengan MU sejak 2012. Namun, ia kesulitan bersaing untuk mendapatkan tempat utama karena faktor pengalaman. Ia pun sempat dipinjamkan ke Rochdale dan Belenenses.
“Kami punya dua kiper hebat. Kami juga memiliki kiper ketiga yang menurut saya akan menjadi kiper Portugal terbaik dalam generasi berikutnya. Jadi siapa pun yang di gawang, saya percaya sepenuhnya,” kata Mourinho, dilansir Manchester Evening News.
Pereira yang masih berusia 20 tahun itu sudah melakoni debutnya sebagai kiper pengganti saat MU menang 4-0 atas Wigan Athletic pada babak 4 Piala FA 2016/2017. Kala itu, ia menggantikan Romero di menit ke-80.
Sayang, beberapa setelah melakoni debutnya, ia justru mengalami cedera lutut. Ia baru pulih pada April 2017 dan muncul di bangku cadangan MU saat menang 3-1 atas Sunderland di Old Trafford, 26 Desember 2016.
Di sisi lain, Mourinho juga bakal dihadapkan pada dilema soal pilihan kiper jika MU melaju ke final Liga Europa. Ia bakal bingung memiliki Romero yang tampil konsisten atau De Gea yang tengah dikaitkan dengan Real Madrid. Di musim ini, Romero disebut sebagai kiper Eropa-nya MU.
“Saya tak suka mengatakan kompetisi ini adalah untuk kiper itu, kompetisi ini juga untuk yang lain. Saya tak suka dengan pemisahan seperti itu,” tegas Mourinho.
Manajer Chelsea Antonio Conte mengungkapkan timnya akan mendapat bonus besar jika berhasil mengawinkan gelar Liga Inggris dan Piala FA. Namun, Conte belum mau memikirkan hal itu dan lebih fokus pada pertandingan selanjutnya.
Chelsea sudah lolos ke final Piala FA. The Blues akan menghadapi Arsenal di partai puncak. Sementara di Liga Inggris, Chelsea kini bertengger di puncak klasemen dan unggul empat angka atas Tottenham Hotspur di posisi kedua.
Conte pun ditanya apakah timnya akan mendapat bonus besar, seperti mobil mewah, jika Chelsea berhasil juara. Conte pun tak membantah hal itu, namun ia mengaku saat ini lebih fokus mengejar kemenangan demi kemenangan.
“Ferrari? Pertama-tama, saya berharap bisa memenangkan gelar bersama para pemain dan klub. Ini adalah hal yang paling penting. Bagi saya, saat ini hadiah tidak penting. Lebih penting untuk mencapai target,” kata Conte seperti dilansir Soccerway.
“Bagi saya, untuk pekerjaan saya, untuk keluarga saya, ini sangat penting, saya tidak menunggu bonus. Tapi, saya pikir dalam setiap kontrak pemain dan pelatih, ada bonus jika Anda mampu mencapai target.”
“Kadang kala itu bonus yang hebat, kadang bonus medium atau bonus rendah, tergantung seberapa sulit target itu,” Conte menambahkan.
Chelsea akan menghadapi Middlesbrough, Senin (8/5/2017). Jika menang, maka jarak dengan Tottenham melebar jadi tujuh poin.
Raksasa Premier League Manchester United dikabarkan akan mengajukan penawaran sebesar 55 juta Pounds pada Manchester City untuk memboyong Sergio Aguero.
Bomber asal Argentina itu tetap tampil tajam seperti musim-musim sebelumnya di musim ini. Ia sempat menjadi andalan manajer City, Josep Guardiola.
Akan tetapi, begitu Gabriel Jesus hadir di Etihad Stadium, Aguero langsung jadi yang kedua di benak Guardiola. Manajer asal Spanyol itu lebih suka memainkan penyerang anyarnya asal Brasil tersebut.
Dengan statusnya sebagai salah satu bomber terbaik di Inggris dan dunia, Aguero disebut tak mungkin mau terlalu sering dicadangkan. Dan menurut laporan dari The Sun, Aguero kini bersiap untuk angkat kaki dari Etihad.
Namun ia disebut bersedia saja menyeberang ke Old Trafford. Sebab ia sudah kerasan tinggal di kota Manchester. Begitu pula dengan keluarganya.
Di sisi lain, United sendiri tengah berusaha mencari penyerang baru. Sebab musim depan mereka kemungkinan besar akan ditinggalkan oleh Zlatan Ibrahimovic. Bomber gaek asal Swedia itu masih harus istirahat berbulan-bulan akibat mengalami cedera lutut.
Aguero gabung City sejak tahun 2011 silam. Saat ini masih terikat kontrak hingga tahun 2019 mendatang. Selama membela City ia sudah tampil sebanyak 250 kali di semua ajang dan mencetak 167 gol.
No comments:
Post a Comment