7uptoto

sub menu

Saturday, 8 April 2017

Posts from Berita Sepak Bola Terpercaya for 04/08/2017

Berita Sepak Bola Terpercaya



Video Paul Pogba Tumbang Usai 'Anunya' Terkena Bola Nyasar

By Nosi Putra on Apr 08, 2017 11:58 am

Ada sebuah kejadian lucu dan sedikit memalukan yang dialami oleh gelandang Manchester United, Paul Pogba, dalam sesi pemanasan jelang laga kontra Everton, Rabu dini hari WIB, 5 April 2017. Tak sengaja, sorotan kamera seorang penonton rupanya merekam adegan “tumbangnya” sang jenderal lini tengah Setan Merah itu.

Publik Old Trafford kala itu sepertinya sudah disuguhi drama menarik bahkan sebelum berjalannya pertandingan. Kejadian itu dipercaya tak hanya bisa menuai simpati, namun juga gelak tawa bagi yang menyaksikannya.

Semua bermula dari sesi pemanasan di lapangan pertandingan yang berlangsung beberapa saat sebelum laga dimulai.

Pogba bersama seorang pemain MU lainnya mencoba memainkan bola dengan atraksi kecil lewat gerakan juggling.

Sayangnya, ketika bola yang dalam kontrolnya sedikit beranjak menjauh, justru sebuah bola lain dari arah berlawanan membidik tepat posisi organ vital Pogba dan mendarat sempurna menuju sasaran.

Alhasil, eks pemain Juventus ini pun tergeletak tak berdaya menahan sakit dan malu kala situasi buruk itu melanda pria Prancis tersebut. Video “momen buruk” Pogba itu pun kini menjadi viral di media sosial dan mendapat banyak tanggapan kocak di dalamnya. Berikut cuplikan videonya;


Read in browser »
share on Twitter Like Video Paul Pogba Tumbang Usai 'Anunya' Terkena Bola Nyasar on Facebook

Jose Mourinho dan Diego Simeone Buat Sepak Bola Jadi Membosankan

By Nosi Putra on Apr 08, 2017 08:00 am

Penyerang Paris Saint-Germain, Hatem Ben Arfa, menganggap strategi pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, dan manajer Manchester United, Jose Mourinho, sangat membosankan.

Mourinho dikenal mengandalkan permainan pragmatis saat melatih FC Porto, Chelsea, Inter Milan, hingga Real Madrid. Namun, strategi tersebut mampu membawa klub-klub itu meraih kesuksesan. FC Porto, misalnya, yang menjadi juara Liga Champions 2004.

Mirip dengan Mourinho, Simeone mengedepankan strategi defensif dalam meramu taktik Atletico Madrid. Filosofi pelatih asal Argentina itu menuai hasil, di antaranya satu trofi La Liga, satu Copa del Rey dan satu Liga Europa.

“Banyak pelatih yakin untuk menciptakan permainan dengan dalih mencari sistem untuk memblok lawan, tetapi itu bukan esensi sepak bola Mourinho dan Simeone,” tutur Ben Arfa.

“Itu kebalikan dari filosofi dan kebebasan bermain ala (legenda Barcelona, Johan) Cruyff. Tidak ada lagi ruang untuk kesenangan bagi mereka (Mourinho dan Simeone),” ujarnya.

Tidak hanya Jose Mourinho dan Diego Simeone, Ben Arfa juga mengkritik kualitas strategi para pelatih di Ligue 1.  “Di Ligue 1, kami membunuh sepak bola,” kata Ben Arfa.


Read in browser »
share on Twitter Like Jose Mourinho dan Diego Simeone Buat Sepak Bola Jadi Membosankan on Facebook

Terkait Pergantian 5 pemain di Liga 1, FIFA Tidak Setuju

By Nosi Putra on Apr 08, 2017 05:58 am

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) coba mengajukan proposal penerapan aturan pergantian lima pemain di Liga 1 mendatang kepada otoritas tertinggi sepakbola dunia (FIFA). Akan tetapi, hingga kini belum ada jawaban resmi yang diumumkan kepada publik.

Pihak klub sudah mulai pesimistis proposal tersebut ditolak. Sebab, dalam laws of the game FIFA tercantum aturan pergantian pemain yang wajib diterapkan dalam kompetisi kasta tertinggi setiap negara hanya boleh tiga pemain.

“Sepertinya balik ke tiga pemain ya. Kalau regulasi FIFA tidak bisa, ya kita ikuti saja lah,” ujar Sekretaris Sriwijaya FC, Achmad Haris.

Penolakan tersebut membuat klub-klub harus bisa mencari cara baru memanfaatkan para pemain yang sudah terikat kontrak dengan mereka. Karena secara hitung-hitungan, hanya sisa tiga slot yang bisa diisi pemain senior dalam skuat utama.

PSSI sudah memastikan tidak akan mengubah kebijakan penerapan peraturan untuk menurunkan tiga pemain di bawah 23 tahun sejak menit pertama. Belum lagi ditambah empat pemain asing, termasuk marquee player.

Hal senada juga disampaikan oleh Persipura Jayapura. Mereka menilai sudah sepatutnya kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air nanti menerapkan aturan seperti yang tertera dalam laws of the game.

"Tidak usah lah kita bikin versi sendiri. Untuk mengukur kompetisi berbobot atau tidak hanya dengan kita mengikuti aturan yang ada di FIFA atau AFC,” tutur Sekretaris Persipura, Rocky Bebena.

Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin, mengklaim proposal yang diajukan mendapatkan apresiasi dari AFC. Namun tetap saja mereka belum bisa bernapas lega karena ujung keputusan ada pada FIFA.

“Kalau AFC, mereka sebenarnya tidak menganggap ini sebagai pelanggaran. Mereka justru mendukung kita untuk mencoba membicarakannya dengan FIFA. Karena, AFC lebih mengerti perkembangan dan uniknya sepakbola Asia,” ungkapnya.


Read in browser »
share on Twitter Like Terkait Pergantian 5 pemain di Liga 1, FIFA Tidak Setuju on Facebook

3 Aturan Baru UEFA Untuk Sepak Bola Liga Eropa

By Nosi Putra on Apr 08, 2017 02:58 am

Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) baru saja menyepakati tiga aturan baru. Kongres UEFA di Helsinki, Finlandia, menyepakati tentang aturan durasi jabatan petinggi UEFA, mekanisme pemilihan komite eksekutif dan penentuan venue final Liga Champions dan Liga Europa.

“Perubahan ini akan mengejutkan. Perubahan selalu seperti itu,” kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin, dikutip dari Reuters, Rabu (5/4).

Aturan baru untuk jabatan penting di UEFA hanya diperbolehkan paling lama tiga kali, dengan satu periode berdurasi empat tahun. Sehingga, seorang pejabat di UEFA bertahan di sana paling lama 12 tahun.

Ini diberlakukan UEFA untuk menjaga integritas otoritas sepak bola Eropa dari penyimpangan. Sebelum ini, tak ada ketentuan tentang masa jabatan seseorang di UEFA. Sehingga, para pejabat bisa bertahan seumur hidup dan punya banyak celah untuk melakukan penyimpangan seperti korupsi.

Untuk pemilihan anggota komite eksekutif, UEFA memberlakukan persyaratan ketat. Mereka yang boleh menjabat sebagai komite eksekutif harus dari anggota aktif dari federasi sepak bola satu negara di Eropa.

Terakhir tentang final Liga Champions dan Liga Europa, pihak yang ingin jadi tuan rumah harus ikut lelang tender. Tidak ada lagi mekanisme penunjukan langsung dari UEFA. Selama ini, ada kemungkinan untuk jadi tuan rumah final Liga Champions dan Liga Europa dicurigai adanya indikasi sogok ke kantong oknum pejabat UEFA.

Tiga aturan baru ini akan diumumkan UEFA pada 1 Juli.

Ceferin yang baru terpilih jadi pimpinan UEFA sejak Februari lalu ingin mereformasi UEFA kembali menjadi lembaga yang bersih. Sebelumnya citra UEFA rusak karena adanya skandal korupsi yang melibatkan mantan presiden UEFA Michel Platini.


Read in browser »
share on Twitter Like 3 Aturan Baru UEFA Untuk Sepak Bola Liga Eropa on Facebook

James Rodriguez Datang, Philippe Coutinho Hengkang?

By Nosi Putra on Apr 08, 2017 12:58 am

Raksasa EPL, Liverpool dikabarkan sudah siap untuk berpisah dengan Philippe Coutinho pada musim panas nanti. The Reds kabarnya siap melepas pemain 24 tahun itu jika mereka sukses mendatangkan James Rodriguez dari Real Madrid.

Belakangan ini nama Coutinho memang cukup santer dikabarkan akan meninggalkan Liverpool pada musim panas nanti. Penggawa Timnas Brasil itu secara terbuka dirayu oleh Neymar untuk bergabung dengan Barcelona pada musim panas nanti.

Coutinho sendiri merupakan salah satu pemain andalan Jurgen Klopp di lini serangnya musim ini, sehingga kecil kemungkinan jika ia akan dilepas pada musim panas nanti. Namun menurut beberapa kabar yang beredar, Liverpool dikabarkan sudah siap berpisah dengan Coutinho pada musim panas nanti.

Dalam laporan yang diturunkan Don Balon, kubu Liverpool baru akan melepas Coutinho jika mereka sukses mengamankan tanda tangan James Rodriguez. Playmaker Real Madrid itu kabarnya tengah diloby untuk bergabung dengan The Reds setelah ia mendapatkan jam bermain yang minim di Real Madrid musim ini.

Namun menurut laporan yang sama, Presiden Real Madrid, Florentino Perez dikabarkan akan menghalangi kemungkinan transfer ini. Perez disebut tidak ingin ‘menguntungkan’ tim rival mereka Barcelona dengan situasi transfer ini, sehingga ia dikabarkan akan mencoba mempertahankan James atau jika itu tidak berhasil maka ia akan melepas Rodriguez ke klub lain selain Liverpool.


Read in browser »
share on Twitter Like James Rodriguez Datang, Philippe Coutinho Hengkang? on Facebook

Juventus vs Lazio di Final Coppa Italia

By Nosi Putra on Apr 07, 2017 09:51 pm

Juventus melangkah ke final Coppa Italia sekalipun kalah 2-3 pada pertandingan semifinal kedua versus Napoli di Stadion San Paolo, Rabu (5/4/2017) atau Kamis dini hari WIB.

Dua gol Juventus diciptakan oleh eks idola publik Napoli yang kembali ke San Paolo sebagai musuh, Gonzalo Higuain (menit ke-32 dan 59′).

Sementara itu, tuan rumah tiga kali menjebol gawang Juve melalui aksi kapten mereka, Marek Hamsik (53′), serta dua penyerang lincah, Dries Mertens (61′) dan Lorenzo Insigne (67′).

Kekalahan 2-3 tetap membawa Juventus melaju ke laga puncak dengan keunggulan agregat 5-4 atas Napoli. Sang juara bertahan punya modal kemenangan 3-1 pada semifinal pertama di Turin.

Di final, pasukan Massimiliano Allegri akan menantang Lazio, yang lebih dulu menyingkirkan AS Roma pada laga lain di tahap semifinal.

Duel ini merupakan penutup tetralogi pertemuan Napoli dan Juventusdi musim 2016-2017. Sebelum laga tengah pekan ini, kedua kubu sudah tiga kali bersua.

Dua partai di Liga Italia berkesudahan 2-1 untuk Juventus dan imbang 1-1. I Bianconeri (Putih-Hitam) juga menekuk sang rival 3-1 di semifinal pertama.

Mantan bomber andalan Napoli, Higuain, menjadi sorotan utama. Tampil di bawah cercaan dan siulan pendukung mantan klubnya, striker Argentina itu justru gemilang.

Pada babak pertama, ia mencetak gol pertama lewat tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Pemain berusia 29 tahun ini meneruskan umpan Stefano Sturaro.

Hamsik menyamakan kedudukan 1-1 setelah menembak bola liar hasil menyerobot halauan bek Juventus. Tak lama, Higuain langsung menjawabnya dengan gol kedua.

Prosesnya elok karena berawal dari pergerakan sayap Alex Sandro di sisi kiri, lalu diteruskan Paulo Dybala dan Juan Cuadrado di sisi berlawanan, sebelum dieksekusi Higuain.

Napoli bereaksi dengan memasukkan Dries Mertens menggantikan Arkadiusz Milik (61′). Dampaknya instan karena cuma 10 detik setelah masuk, Mertens membuat skor imbang lagi!

Ia berlari menyerobot bola yang lepas dari kontrol penjaga gawang Juve, Neto. Sang kiper melakukan blunder karena lalai mengendalikan bola hasil lemparan ke dalam dari rekannya.

Napoli bahkan berbalik unggul 3-2 melalui gol Insigne. Penyerang sayap berpostur mungil itu menyelesaikan umpan Jose Callejon, yang menusuk secara brilian ke area dekat gawang lawan.

Pada titik tersebut, Napoli butuh minimal dua gol tambahan untuk menang 5-2 agar lolos ke final. Walau melancarkan sejumlah peluang, tak ada gol ekstra yang muncul dari tuan rumah.

Dengan hasil ini, Juventus berpeluang mempertahankan gelar dobel sebagai juara Serie A dan Coppa Italia sekaligus layaknya dua musim terakhir. (Beri Bagja)

Napoli 3-2 Juventus (Marek Hamsik 53′, Dries Mertens 61′, Lorenzo Insigne 67′; Gonzalo Higuain 32′, 59′ – agregat 4-5)

Napoli (4-3-3): 25-Pepe Reina; 2-Elseid Hysaj, 21-Vlad Chiriches, 26-Kalidou Koulibaly, 31-Faouzi Ghoulam; 20-Piotr Zielinski (5-Allan 82′), 42-Amadou Diawara, 17-Marek Hamsik (32-Leonardo Pavoletti 75′); 7-Jose Callejon, 99-Arkadiusz Milik (14-Dries Mertens 61′), 24-Lorenzo Insigne.

Pelatih: Maurizio Sarri

Juventus (4-2-3-1): 25-Neto; 23-Dani Alves, 19-Leo Bonucci, 4-Medhi Benatia, 12-Alex Sandro; 28-Tomas Rincon (5-Miralem Pjanic 70′), 6-Sami Khedira; 7-Juan Cuadrado, 21-Paulo Dybala (15-Andrea Barzagli 76′), 27-Stefano Sturaro (18-Mario Lemina 86′); 9-Gonzalo Higuain.

Pelatih: Massimiliano Allegri

Wasit: Luca Banti

Lazio Melaju ke Final Coppa Italia

Lazio memastikan satu tempat di final Coppa Italia setelah kalah 2-3 dari AS Roma di Stadion Olimpico, Selasa (4/4/2017). Secara agregat, tim asuhan Simone Inzaghi merangkum kemenangan 4-3.

Dua gol Lazio pada partai terakhir dicetak oleh Sergej Milinkovic-Savic dan Ciro Immobile. Roma membalas lewat lesakan Stephan El Shaarawy dan dwigol Mohamed Salah.

Lazio pun tinggal menunggu pemenang antara Napoli dan Juventus, yang akan melakoni partai semifinal kedua, Rabu (5/4/2017).

Berniat mengejar defisit satu gol, AS Roma sebenarnya tampil mendominasi dalam pertandingan ini. Hanya, mereka kecolongan pada menit ke-37.

Ciro Immobile memantulkan bola dengan dada, kemudian Sergej Milinkovic-Savic melakukan sontekan untuk menggetarkan jala Alisson Becker.

Baru enam menit berselang, usaha pasukan Luciano Spalletti membuahkan hasil. Pandangan penjaga gawang Thomas Strakosha agak terhalang sehingga gagal mengantisipasi bola mendatar dari Stephan El Shaarawy.

Lesakan El Shaarawy bukan menjadi momentum tim beralias I Giallorossi untuk berbalik unggul. Lagi-lagi, mereka lengah pada menit ke-56.

Lepas dari jebakan offside, Ciro Immobile menaklukkan Alisson dengan tembakan ke pojok bawah gawang.

Roma tidak lantas menyerah. Mereka terus melancarkan ancaman hingga akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-66.

El Shaarawy kembali berperan dengan melepaskan tembakan yang membentur tiang. Bola liar lekas disambar oleh Mohamed Salah.

Salah mencetak gol keduanya dengan memanfaatkan kesalahan sapuan barisan pertahanan Lazio pada menit ke-90. Namun, gol keempat yang ditunggu-tunggu Roma tak kunjung datang sehingga laga ditutup dengan skor 3-2.

Lazio pun melaju ke final Coppa Italia dan berpeluang menambah koleksi enam gelar mereka.

AS Roma 3-2 Lazio (S. El Shaarawy 43′, Mohamed Salah 66′, 90′ – S. Milinkovic-Savic 37′, C. Immobile 56′)

AS Roma: 19-Alisson Becker; 2-Antonio Ruediger, 44-Konstantinos Manolas, 3-Juan Jesus, 33-Emerson; 4-Radja Nainggolan, 5-Leandro Daniel Paredes, 6-Kevin Strootman, 11-Mohamed Salah, 9-Edin Dzeko, 92-Stephan El Shaarawy
Pelatih: Luciano Spalletti

Lazio: 1-Thomas Strakosha; 15-Bastos, 3-Stefan de Vrij, 13-Wallace; 8-Dusan Basta, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 20-Lucas Biglia, 19-Senad Lulic, 6-Jordan Lukaku; 10-Felipe Anderson, 17-Ciro Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi


Read in browser »
share on Twitter Like Juventus vs Lazio di Final Coppa Italia on Facebook




Recent Articles:

Deretan Kiper Masa Depan Dunia Sepak Bola
Bruna Marquezine, Pacar Neymar Hilang Keperawanan di Umur 11 Tahun
Bursa Pasar Taruhan dan Prediksi Lazio vs Napoli 10 April 2017 – Liga Italia
Bursa Pasar Taruhan dan Prediksi Juventus vs Chievo 9 April 2017 – Liga Italia






This email was sent to sukses.properti84@gmail.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
7upbet · 2 Thnou St, Krong Preah Sihanouk 18200, Cambodia · Phnum Penh 13253 · Cambodia

Email Marketing Powered by MailChimp

No comments:

Post a Comment