5 Kegagalan Terburuk Dalam Sejarah Sepak Bola Dunia
berita7up.com – Sepak bola adalah olahraga yang kerap dihiasi dengan sebuah drama. Tak hanya kebahagiaan, momen menyedihkan pun kerap terjadi. Apalagi untuk seorang pemain yang menyia-nyiakan peluang emas.
Sudah ada beberapa kegagalan terburuk yang tercipta dalam sejarah sepak bola. Padahal, jika mereka mampu memaksimalkan peluang, bukan tak mungkin tim yang diperkuat mereka bisa meraih gelar juara.
John Terry adalah salah satu pemain yang sempat membuat kegagalan besar di momen penting. Seperti dilansir Sportskeeda, setidaknya ada lima pemain yang tercatat membuat kegagalan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Berikut lima pemain tersebut:
1. John Terry (Final Liga Champions 2008)
Hujan deras yang turun di Olimpiyskiy Stadion Luzhniki tak mampu menutupi berlinangnya air mata Terry. Maklum, saat itu Terry dianggap sebagai biang keladi kegagalan Chelsea meraih gelar juara Liga Champions 2007/2008.
Kala itu, duel final antara Chelsea dan Manchester United harus dilanjut ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain 1-1 di waktu normal dan babak tambahan. Kala itu, Terry yang menjadi eksekutor ketiga gagal menceploskan bola dari titik putih.
Sebelum sempat menendang bola, Terry terpeleset hingga bola tendangannya tak menemui sasaran. Hingga kini, itu masih disebut sebagai momen terburuk sepanjang karier Terry bersama The Blues. Ia pun sempat menjadi bahan ejekan fans-fans lawan akibat momen itu.
2. Arjen Robben (Final Liga Champions 2012)
Sejatinya, Bayern Muenchen memiliki peluang besar untuk memenangkan gelar Liga Champions 2011/2012. Sayang, mereka lengah saat sedang unggul 1-0 lewat gol Thomas Mueller di menit 83.
Kelengahan mereka dimanfaatkan Didier Drogba yang mencetak gol penyeimbang di menit 88. Skor 1-1 bertahan, duel pun dilanjutkan ke babak tambahan. Tepat di menit 95, Muenchen mendapatkan hadiah penalti.
Sayang, kesempatan itu gagal dimaksimalkan Robben yang maju sebagai eksekutor. Ia gagal menaklukkan kiper Peter Cech dari titik putih. Kegagalan itu membuat Chelsea semakin percaya diri saat laga dilanjutkan ke adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Chelsea mampu mengamankan keunggulan 4-3. Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi Muenchen dan Robben. Terlebih, final saat itu dihelat di Allianz Arena.
3. Gonzalo Higuain (Piala Dunia 2014 dan Copa America 2016)
Setelah berjuang keras untuk menyingkirkan Swiss, Belgia, dan Belanda pada fase gugur, Argentina akhirnya sukses mencapai final Piala Dunia 2014 untuk kali pertama sejak 1990. Tentu, hal itu sudah melebihi harapan fans.
Meski begitu, para pemain tetap berjuang untuk merengkuh kejayaan dengan menjadi juara. Setelah mendominasi di awal, Argentina memiliki peluang emas lewat Higuain.
Berawal dari kesalahan Toni Kroos dalam mengembalikan bola, Higuain, ia pun berhadapan satu lawan satu dengan kiper Manuel Neuer. Lucunya, tendangan kerasnya malah melenceng jauh dari sasaran.
Dua tahun kemudian, lagi-lagi Higuain membuat kesalahan fatal. Ia memiliki peluang emas ketima berhadapan langsung dengan kiper Chile Cladio Bravo di final Copa America 2016. Namun, bola lob-nya malah melenceng ke sisi kanan gawang Chile.
4. Fernando Torres (Chelsea vs MU 2011)
Ini menjadi salah satu momen yang membuat Torres semakin dihujat banyak pihak usai bergabung dengan Chelsea dari Liverpool. Padahal, untuk memaksimalkan peluang yang didapat tak memerlukan kualitas mumpuni atau pun insting gol.
Chelsea yang sudah tertinggal 0-3 dari Manchester United di babak pertama mencoba bangkit kala babak kedua digelar. Tepat di menit 83 Torres mendapatkan peluang setelah lolos jebakan offside untuk menerima umpan mendatar Ramires.
El Nino melanjutkannya dengan mengecoh kiper David De Gea. Dengan tak ada lagi pemain yang menghalangi, Torres malah gagal memasukkan bola ke gawang yang terbuka lebar.
5. Roberto Baggio (Final Piala Dunia 1994)
Setelah dua final sengit yang melibatkan raksasa Amerika Selatan, Argentina, melawan wakil Eropa, Jerman Barat, pada 1986 dan 1990, giliran wakil lain Amerika Selatan, Brasil, yang menantang raksasa Eropa lain, Italia, di final Piala Dunia 1994.
Ini menjadi duel pertama yang dilanjutkan hingga adu penalti di final Piala Dunia. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal. Pada babak tos-tosan, pelatih Italia Arrigo Sacchi memasang Franco Baresi, Demetrio Albertini, Alberigo Evani, Daniele Massaro, dan Baggio.
Baggio yang dipercaya menjadi eksekutor terakhir. Setelah Baresi dan Massaro, Baggio malah menjadi eksekutor yang gagal menceploskan bola. Tendangan Baggio mengarah ke atas mistar gawang Brasil kawalan Claudio Taffarel.
Boaz Solossa Kandidat Pertama Kapten Timnas Indonesia
berita7up.com – Boaz Solossa kemungkinan besar akan menggunakan ban kapten Timnas Indonesia saat menjalani laga uji coba melawan Timnas Malaysia di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016).
Namun, ada sejumlah kandidat lain yang mungkin saja dipilih oleh Alfred Riedl mengambil peran tersebut. Alfred Riedl membawa 22 pemain dalam skuat Garuda untuk menghadapi Malaysia. Alfred Riedl memilih untuk memadukan pemain berpengalaman dan pemain muda dalam skuatnya di laga uji coba pertama jelang Piala AFF 2016.
Dalam skuat yang dibawanya ke Solo, lebih banyak pemain yang tergolong masih muda. Sejumlah mantan pilar Timnas U-19, seperti Evan Dimas Darmono, Ichsan Kurniawan, Hansamu Yama, dan Septian David Maulana, akan mendapatkan kesempatan bermain bersama Andik Vermansah, Boaz Solossa, dan Irfan Bachdim.
“Ya, kemungkinan Boaz menjadi kapten. Ia paling berpengalaman di dalam skuat ini. Namun, kami juga memiliki beberapa kandidat lain untuk menjadi kapten. Masalah ini nanti lihat saat hari pertandingan,” ujar asisten pelatih Timnas Indonesia,WolfgangPikal.
Tidak terlalu banyak pilihan sebagai kapten sebenarnya jika melihat daftar pemain yang dibawa ke Solo. Namun, bukan tidak mungkin nama-nama seperti Kurnia Meiga, Dian Agus Prasetyo, Irfan Bachdim, dan Andik Vermansah diplot menjadi kapten dalam pertandingan ini.
Akan tetapi, dengan cedera yang dialami oleh Kurnia Meiga dalam laga antara Arema kontra Madura United di pekan ke-18 Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, besar kemungkinan Andik yang akan menjadi opsi kedua.
Pemain asal Surabaya itu juga memiliki jam terbang yang cukup tinggi bersama timnas dan juga punya pengalaman lebih besar ketimbang rekan-rekannya yang lain.
Manuel Neuer Bangga Dibebani Tugas Sebagai Kapten Timnas Jerman
berita7up.com – Manuel Neuer akan memulai jabatan baru sebgaai kapten timnas Jerman pada laga melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Minggu (4/9). Menyambut penugasan itu, Neuer mengaku sangat bangga.
Kiper asal klub Bayern Muenchen itu menjadi suksesor Bastian Schweinsteiger yang barus saja pensiun dari sepak bola Internasional. Ketimbang beberapa pemain berpengalaman lain di skuat Der Panzer, Neuer yang dipilih menjadi kapten baru.
"Ini menjadi suatu yang spesial bagi saya dan membuat bangga. Kita semua tahu sebuah tim harus punya banyak pemimpin di lapangan jika ingin sukses," jelasnya kepada situs DFB.
"Saya tahu peran sebagai kapten sangat simbolik dan senang diberi kepercayaan ini oleh pelatih," tambah dia.
Pelatih Joachim Loew juga mengungkap alasan mengapa Neuer yang dia tunjuk sebagai kapten tim sepeninggal Schweinsteiger. Menurut dia,, Neuer adalah suksesor Schweinsteiger yang paling masuk akal saat ini. Dia dinilai punya segalanya untuk menjadi pemimpin.
Neuer memang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia saat ini di posisi kiper. Kini, beban lebih berat dipikulnya untuk menjaga martabat Jerman sebagai pemegang mahkota juara dunia.
berita7up.com – Gelandang asal Jerman, Toni Kroos, menjadi pemain non-kiper yang paling sering tampil sejak Real Madrid ditangani Zinedine Zidane. Total, eks pemain Bayern Munchen itu ambil bagian dalam 25 laga dari 30 seluruh laga Los Blancos di bawah asuhan Zidane.
Zidane menggantikan posisi Rafael Benitez pada awal Januari 2016. Debut Zidane berakhir dengan kemenangan 5-0 atas Deportivo La Coruna, di mana Kroos itu terlibat dalam laga tersebut.
Sejak saat itu, Kroos menjadi pilar penting Real Madrid di La Liga ataupun Liga Champions. Dia tampil dalam 18 pertandingan La Liga dan tujuh pertandingan Liga Champions.
Jumlah tersebut bahkan lebih banyak ketimbang Cristiano Ronaldo. Bintang publik Santiago Bernabeu itu tertinggal satu laga ketimbang Kroos. Pada musim ini, Ronaldo bahkan belum bermain karena mendapat jatah liburan lebih lama.
Setelah Kroos dan Ronaldo, ada Marcelo serta Ramos yang sama-sama mengumpulkan 23 pertandingan. Sementara itu, James Rodriguez melalui 21 pertandingan yang kebanyakan datang dari bangku cadangan.
Untuk posisi penjaga gawang, Keylor Navas menjadi yang paling sering tampil dengan 25 pertandingan. Lima laga lain, Zidane memercayai posisi kiper kepada Kiko Casilla.
berita7up.com – Keyakinan tinggi pada kiprah Josep Guardiola di Manchester City kembali terucap. Kali ini diungkapkan oleh eks anak asuh Guardiola di Barcelona, Xavi Hernandez.
Guardiola sudah menunjukkan kiprah yang bagus bersama City di lima pertandingan yang sudah di lakoni di semua ajang. The Citizens mampu selalu memetik kemenangan dengan produktivitas gol yang mumpuni.
City mampu membukukan sebanyak 15 gol dalam lima pertandingan, atau rata-rata tiga gol setiap laga. Sementara soal rekor kebobolan, mereka baru kemasukan tiga gol.
Dengan prestasi yang sudah ditunjukkan bersama Barca dan Bayern Munich, wajar kalau Xavi yakin Guardiola bakal mampu membawa City juara liga. Guardiola sudah membukuka 14 trofi bersama klub asal Catalan itu.
"Manchester City mempunyai skuat yang tangguh, dan meskipun tak akan mudah –tapi di bawah asuhan Pep, saya pikir mereka akan memenangi Liga," kata Xavi di The Sun.
Beberapa pemain menjadi korban kebijakan Guardiola di City. Salah satunya adalah Joe Hart, yang harus rela dipinjamkan ke Torino karena City sudah mendatangkan Claudio Bravo.
Soal keputusan Guardiola itu, Xavi malah memberikan dukungan.
"Dia merupakan kiper yang bagus, tapi saya sudah melihat Pep sangat sukses, karena itu saya tak akan mempertanyakan dia," kata pemain yang kini memperkuat klub Qatar, Al Sadd.
No comments:
Post a Comment