7uptoto

sub menu

Saturday, 8 October 2016

Posts from Berita Sepak Bola Terpercaya for 10/08/2016

Berita Sepak Bola Terpercaya



10 Benteng Pertahanan Terkuat di Eropa Musim Ini

By Nosi Putra on Oct 08, 2016 11:39 am

Atletico Madrid dan Bayern Munchen sementara adalah pemilik lini pertahanan terkuat di Eropa musim 2016/17. Tim besutan Diego Simeone dan Carlo Ancelotti itu sama-sama baru kebobolan cuma dua gol di liga.

Atletico yang gawangnya dikawal Jan Oblak baru kemasukan dua gol di La Liga, begitu juga Bayern dengan benteng terakhir Manuel Neuer di Bundesliga. Angka kebobolan itu merupakan yang paling rendah dibandingkan tim-tim lain di lima liga top Eropa (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, Ligue 1) musim ini.

Paling sedikit kebobolan di 5 liga top Eropa musim 2016/17 sejauh ini:
2 – Atletico Madrid (La Liga)
2 – Bayern Munchen (Bundesliga)
3 – Tottenham Hotspur (Premier League)
3 – FC Koln (Bundesliga)
4 – Juventus (Serie A)
4 – Villarreal (La Liga)
5 – Leipzig (Bundesliga)
5 – Everton (Premier League)
5 – Nice (Ligue 1)
5 – Genoa (Serie A).

Dalam daftar 10 besar di atas, hanya ada satu tim dari Ligue 1 Prancis. Tim tersebut adalah sang pemimpin klasemen sementara Nice, yang saat ini diperkuat striker Italia Mario Balotelli.

Nice baru kebobolan lima gol dalam delapan pertandingan yang sudah mereka mainkan. Nice telah mencetak 14 gol dan meraih enam kemenangan tanpa pernah kalah, yang membuat mereka memimpin klasemen dengan keunggulan satu poin atas Monaco dan empat poin di atas PSG.

Dari Serie A, solidnya pertahanan Juventus sama sekali tidak mengejutkan. Yang mengagumkan adalah fakta bahwa Gianluigi Buffon dan kawan-kawan cuma kebobolan empat gol di liga meski pelatih Massimiliano Allegri rajin merotasi para bek sentralnya.

Semua bek sentral Juventus – Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Mehdi Benatia dan Daniele Rugani – sudah sama-sama memainkan minimal satu pertandingan sebagai starter di Serie A musim ini.


Read in browser »
share on Twitter Like 10 Benteng Pertahanan Terkuat di Eropa Musim Ini on Facebook

Larangan Konyol dari Pelatih-Pelatih Ternama yang Pernah Ada di Sepak bola

By Nosi Putra on Oct 08, 2016 08:39 am

Mantan Manajer Sunderland, Paolo Di Canio pernah membuat larangan konyol pada para pemainnya. Pria asal Italia ini melarang para pemain membawa kecap, mayonais, minum Coca Cola dan bahkan menyanyi.

Larangan tersebut diterapkan Di Canio dengan dalih untuk meningkatkan performa pemainnya. Di Canio ingin para pemainnya lebih profesional sebagai pemain sepak bola.

Sayangnya, larangan ini tidak mujarab. Sunderland performanya terpuruk dan Di Canio pun dipecat. Padahal, musim kompetisi kala itu belum berakhir.

Di sepak bola, bukan cuma Di Canio yang pernah menerapkan larangan konyol. Larangan itu mulai dari hal sepele hingga yang tak masuk di akal.

Rata-rata tujuan dari larangan itu adalah untuk meningkatkan performa pemain. Seperti dilansir Footyjokes, berikut 5 larangan konyol yang pernah diterapkan seorang manajer pada para pemainnya:

1. Larangan menggunakan headset

Terlihat konyol. Itulah alasan yang dipakai Mantan Manajer VFB Stuttgart, Alexander Zorniger untuk melarang para pemainnya menggunakan headset ketika di depan publik.

Seperti pernah dilansir Mirror, Zorniger merasa headset yang dikenakan para pemain membuat mereka terlihat konyol. Apalagi, jika si pemain tersebut memiliki ukuran kepala yang kecil.

“Para pemain diizinkan memakai headset di dalam bus tim, bukan di hadapan publik. Ada alasan visual untuk ini. Pemain kecil terlihat konyol dengan headset sebesar kepala mereka,” kata Zorniger.

2. Larangan Menyentuh Tanda This Is Anfield

Menyentuh foto logo Liverpool dengan tulisan ‘This Is An Anfield’ adalah ritual sakral bagi para pemain Liverpool sebelum pertandingan. Para pemain wajib menyentuh tanda yang terletak di lorong pemain tersebut.

Tapi di era Jurgen Klopp kini, para pemain Liverpool dilarang keras menyentuh tanda itu. Manajer asal Jerman itu membuat peraturan, pemainnya baru boleh menyentuh tanda itu lagi begitu mereka sukses mempersembahkan trofi bagi Liverpool.

Di musim lalu, para pemain Liverpool hampir saja kembali bisa menyentuh tanda itu. The Reds masuk final Liga Europa dan berhadapan dengan Sevilla.

Sayangnya, Liverpool kalah telak 1-3 dari tim asal Spanyol tersebut. James Milner dan kawan-kawan harus menunda hasrat mereka untuk menyentuh tanda itu lagi.

3. Larangan Memakai Sandal dan Celana Pendek

Dikenal sebagai pelatih yang cukup ketat soal aturan, Fabio Capello pernah membuat larangan konyol sewaktu melatih tim nasional Inggris. Pelatih asal Italia itu melarang Wayne Rooney dan kawan-kawan memakai sandal, bermain play station dan celana pendek di hadapan publik.

Capello beralasan, dua hal tersebut membuat para pemain terlihat tidak profesional. “Kami profesional. Kami cinta pekerjaan ini dan saya percaya, kami punya kewajiban pada fans untuk bekerja dengan pakaian yang sesuai,” ujar Capello seperti dilansir Sportsnet 2009 silam.

Larangan ini kemudian tidak berlaku lama di timnas Inggris. Pasalnya, Capello hanya melatih timnas Inggris selama empat tahun, ia hengkang usai tak sepakat dengan FA soal pencopotan ban kapten John Terry.

4. Larangan Memakai Sepatu Warna-warni

Sir Alex Ferguson pernah menerapkan larangan ini di Manchester United (MU). Hal itu terungkap lewat penuturan mantan pemain MU, John O’Shea.

Menurut O’Shea, Sir Alex sangat tidak suka ketika pemainnya memakai sepatu warna-warni. Bahkan, para pemain yang tak bermain pun akan kena ‘semprot’ Sir Alex jika mereka nekat memakai sepatu warna-warni.

“Sir Alex tidak suka para pemain muda melampau batas. Dia berpikir, para pemain muda itu harus tetap menapak tanah,” kata salah seorang sumber di Old Trafford 2010 silam, seperti dilansir Daily Mail.

5. Larangan Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Inggris

Para pemain hanya boleh berbicara bahasa Inggris. Itulah yang diterapkan Remi Garde sewaktu ia menukangi Aston Villa di musim lalu.

Garde ingin tidak ada batasan bahasa antara para pemainnya.  Ia mau, semua pemain mengerti apa yang dibicarakan pemain lain.

Tapi siasat Garde ini tak terbukti ampuh. Garde tak mampu membawa Aston Villa selamat dari degradasi. Di akhir musim 2015/16, ia pun terpaksa angkat koper dari Villa Park.


Read in browser »
share on Twitter Like Larangan Konyol dari Pelatih-Pelatih Ternama yang Pernah Ada di Sepak bola on Facebook

Banyak Klub Tertarik pada Yaya Toure tapi Harganya Mahal

By Nosi Putra on Oct 08, 2016 05:39 am

Dimitri Seluk selaku agen Yaya Toure mengatakan banyak klub yang tertarik pada gelandang 33 tahun tersebut. NamunManchester City dikatakan meminta tebusan mahal untuk melepasnya.

Masa depan Toure di City sepertinya sudah habis setelah kehadiran Josep Guardiola. Sejauh ini, ia baru sekali diberi kesempatan bermain dan telah ditetapkan tak masuk dalam skuat Liga Champions di babak penyisihan grup.

Pemain yang masih punya kontrak hingga akhir musim ini pada musim panas kemarin santer dikabarkan akan bergabung dengan raksasa klub Italia, Inter Milan. Namun Seluk mengatakan transfer tersebut gagal terwujud karena permintaan harga yang tinggi dari pihak Manchester City.

“Banyak klub yang suka dengan Yaya, bukan hanya di Italia,” ungkap Seluk pada Tuttomercatoweb.

“Masalahnya ada di Manchester City yang meminta banyak uang untuk melepasnya,” sambungnya.


Read in browser »
share on Twitter Like Banyak Klub Tertarik pada Yaya Toure tapi Harganya Mahal on Facebook

Frank Ribery, Alonso, Robben Bakal Dilepas Bayern

By Nosi Putra on Oct 08, 2016 02:39 am

Masa depan Franck Ribery, Xabi Alonso dan Arjen Robbendi Bayern Munchen berada dalam tanda tanya besar. Pernyataanchairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge lah yang membuat masa depan tiga bintang Die Roten itu dipertanyakan.

Kontrak Ribery (33), Alonso (34) dan Robben (32) sama-sama akan habis pada Juni 2017. Pihak Bayern sedang mempertimbangkan, apakah akan memberi mereka kontrak baru atau tidak. Rummenigge memberi indikasi kalau besar kemungkinan trio itu bakal dilepas.

“Mereka pemain penting. Kami berutang banyak pada mereka untuk semua kesuksesan kami di masa silam. Namun, yang jadi masalah sekarang adalah bagaimana menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan,” kata Rummenigge seperti dikutip Calciomercato.

Jika ditotal, Ribery, Alonso dan Robben sudah meraih 60 trofi sepanjang karier mereka. Namun, itu saja sepertinya tidak akan cukup untuk meyakinkan Bayern agar mempertahankan mereka di Allianz Arena.

Jika tak ada kontrak baru sampai akhir Desember mendatang, maka mereka bebas bicara dengan klub lain dan pindah sebagai free agent di akhir musim 2016/17.


Read in browser »
share on Twitter Like Frank Ribery, Alonso, Robben Bakal Dilepas Bayern on Facebook

Skuat Muda AC Milan Punya Masa Depan Menjanjikan

By Nosi Putra on Oct 08, 2016 12:39 am

Di Serie A musim ini, AC Milan sudah meraih empat kemenangan, satu hasil imbang dan dua kali menelan kekalahan. Milan menempati posisi enam klasemen sementara, terpaut lima poin dari Juventus di peringkat teratas. Ini merupakan pencapaian yang memuaskan oleh pasukan Vincenzo Montella jika mengingat bahwa mereka melakukannya dengan skuat yang relatif sangat muda.

Skuat Milan musim ini, rata-rata usianya adalah 25 tahun dan 293 hari. Rata-rata usia tersebut merupakan yang paling muda dibandingkan tim-tim lain di Serie A 2016/17.

Dua pemain paling senior adalah Riccardo Montolivo (kelahiran 18 Januari 1985) dan Jose Sosa (19 Juni 1985). Sementara itu, dua yang termuda sama-sama berposisi sebagai penjaga gawang, yaituAlessandro Plizzari (12 Maret 2000) dan kiper nomor satu RossoneriGianluigi Donnarumma (25 Februari 1999).

Skuat Milan musim ini terbilang menjanjikan. Tanda-tandanya terlihat ketika mereka mengalahkan Sassuolo 4-3 di pertandingan terakhir sebelum masuk jeda internasional.

Dalam laga tersebut, Milan memang kebobolan tiga – bukan sesuatu yang positif jika dilihat dari segi pertahanan. Namun, yang patut dipuji dari laga tersebut adalah mental baja Milan.

Sempat tertinggal dua gol pada satu titik, Milan tetap bisa menang. Untuk pertama kalinya sejak 2011/12, Milan bisa meraih kemenangan dari situasi seperti itu.

Jika mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan semangat dan mental tersebut, skuat muda Milan ini – dengan pelatih yang muda pula (Montella, 42) bisa punya masa depan yang cerah.


Read in browser »
share on Twitter Like Skuat Muda AC Milan Punya Masa Depan Menjanjikan on Facebook

Bos Chelsea Siap Pecahkan Rekor untuk Bonucci

By Nosi Putra on Oct 07, 2016 09:37 pm

Roman Abramovich disebut siap memberikan dana segar guna menebus Leonardo Bonucci, dengan nilai yang bakal memecahkan rekor transfer.

The Blues terlihat kurang solid di lini belakang musim ini, meski mereka sudah mendatangkan dua bek anyar di musim panas. David Luiz dibeli dengan harga 30 juta pounds, sementara Marcos Alonso didatangkan dari Fiorentina.

Namun bos anyar, Antonio Conte, yang meninggalkan pekerjaannya di timnas Italia demi The Blues, tidak terkesan dengan pertahanan timnya sejauh ini.

Menurut Telegraph, usai gagal mendatangkan Kalidou Koulibaly, kini Abramovich disebut siap untuk mengeluarkan dana besar demi pemain Juventus, Bonucci. The Blues sendiri sudah dikaitkan dengan pemain berusia 29 tahun di musim panas, meski yang bersangkutan akhirnya memutuskan bertahan di Serie A.

Conte sebelumnya pernah bekerja dengan Bonucci di Juventus dan Italia, dan pemilik Chelsea kabarnya akan mengajukan penawaran di bulan Januari, yang bakal membuat sang bek menjadi palang pintu termahal dunia.

Abramovich bahkan sudah sempat menggelar rapat khusus dengan Conte pekan lalu untuk membahas langkah transfer Chelsea di bulan Januari mendatang.


Read in browser »
share on Twitter Like Bos Chelsea Siap Pecahkan Rekor untuk Bonucci on Facebook




Recent Articles:

Cewek-Cewek Seksi Hadiri Ulang Tahun Penyerang Liverpool
Daftar Best Shots on target terbanyak 5 liga top Eropa 2016-2017
Memphis Depay Mulai Tak Betah di Manchester United
Juventus Incar 3 Striker Liga Primer Inggris Untuk Gantikan Mandzukic






This email was sent to sukses.properti84@gmail.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
7upbet · 2 Thnou St, Krong Preah Sihanouk 18200, Cambodia · Phnum Penh 13253 · Cambodia

Email Marketing Powered by MailChimp

No comments:

Post a Comment