Mantan bek kanan Real Madrid, Michel Salgado menekankan pentingnya gelar La Liga musim ini bagi Los Blancos karena mereka sudah cukup lama tak meraihnya.
Madrid musim ini di ambang mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama sejak kompetisi berganti nama menjadi Liga Champions yang sukses meraih dua gelar dalam dua musim beruntun.
Tak hanya itu, di kompetisi lokal El Real pun hingga kini masih menjadi favorit untuk merengkuh gelar pertama mereka sejak 2012 silam. Salgado pun mendesak Zidane untuk meraih gelar La Liga musim ini karena El Merengues merindukannya.
“Ia (Zidane) bisa menjadi pria yang membuat sejarah dengan memenangi Liga Champions dua musim beruntun, dan di saat yang sama penting juga untuk memenangi La Liga karena kami merindukannya,” ujar Salgado kepada Omnisport.
“Kami hanya sekali juara dalam 10 tahun terakhir dan saya pikir penting bagi klub untuk menjuarainya lagi,” lanjutnya.
“Menjadi sukses di Eropa adalah sesuatu yang membuat kami senang, tapi kami juga harus mencoba untuk mendominasi Spanyol karena fans layak mendapatkannya,” tegasnya.
Real bakal berusaha mewujudkan ambisi meraih gelar La Liga musim ini kala menjamu tim papan atas lainnya, Sevilla akhir pekan ini.
Final Liga Champions musim ini akan dihelat di Cardiff, Wales. Satu nama yang dielu-elukan adalah winger Real Madrid, Gareth Bale.
Sebab, Cardiff adalah kota kelahiran pemain berusia 27 tahun tersebut. Dia pun berpeluang mengangkat trofi Si Kuping Besar di kampung halamannya.
Jika hal itu terjadi, tentu gelar ini akan menjadi peristiwa yang sangat bermakna bagi Bale. Tapi, sebelum Bale, sudah ada beberapa pemain yang merasakan gelar juara Liga Champions di tanah kelahiran, seperti dikutip The Sun.
1. Enrique Mateos dan Miguel Munoz (Real Madrid) Dua legenda Los Blancos ini lebih dulu merasakan juara Piala/Liga Champions di kampung halaman, Madrid. Bahkan, mereka merengkuh trofi di kandang sendiri, Santiago Bernabeu.
Final Champions 1956-1957, mempertemukan Fiorentina dan Madrid. El Real memenangkan trofi Champions kedua kalinya dengan mengalahkan La Viola (julukan Fiorentina) dengan skor 2-0.
2. Alex Stepney (Manchester United) Stepney adalah penggawa Setan Merah yang menjadi bagian dari skuat MU yang memenangkan Piala/Liga Champions di Wembley, London. MU mengalahkan Benfica dengan skor 4-1. Kiper MU ini lahir di Surrey, London.
3. Angelo Di Livio (Juventus) Musim 1995-1996, Juventus meraih trofi Liga Champions keduanya. Laga final melawan Ajax Amsterdam dihelat di Olimpico, Roma.
Saat itu Juventus memiliki pemain yang lahir di kota Roma. Dia adalah Angelo Di Livio, dari 13 pemain Juventus yang berasal dari Italia, hanya Di Livio yang lahir di Ibu kota.
4. Nicolas Anelka (Real Madrid) Anelka menjadi bagian dari skuat Real Madrid juara Liga Champions 2000. Final yang dilangsungkan di Stade de France, Paris, Madrid melawan sesama tim Spanyol, Valencia.
Di akhir laga, Anelka cs menjadi juara berkat kemenangan 3-0. Gol kemenangan Madrid dicetak Fernando Morientes, Steve McManaman dan Raul Gonzalez.
Ajax Amsterdam berhasil memastikan satu tiket ke final Liga Europa 2016-2017 meski pada leg 2 semifinal dihancurkan Olympique Lyonnais dengan skor 1-3 di Stadion Parc Olympique Lyonnais, Kamis (11/5/2017).
Wakil Belanda itu tetap lolos berkat keunggulan 5-4 secara agregat.
Bermain di hadapan publik sendiri, Lyon tampil sedikit lebih mendominasi. Les Gones memiliki 57 persen penguasaan bola di sepanjang laga.
Jumlah penguasaan bola tersebut juga sukses dikonversi Lyon menjadi banyak peluang. Total ada 24 tembakan yang delapan di antaranya on target.
Akan tetapi, Ajax juga tidak tampil buruk. De Godenzonen yang hanya memiliki 44 persen penguasaan bola juga mampu menciptakan 16 peluang dengan tiga sepakan tepat sasaran.
Bahkan, Ajax mampu mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-27 melalui Kasper Dolberg.
Striker belia berusia 19 tahun asal Denmark itu sukses mencongkel bola dengan indah untuk memperdayai kiper Lyon, Anthony Lopes.
Gol tersebut juga membuat Dolberg menjadi pemain muda tersubur di Liga Europa dengan enam gol menyamai rekor yang pernah ditorehkan striker Athletic Bilbao, Iker Muniain.
Tertinggal 0-1 atau 1-5 secara argegat ternyata tidak membuat Lyon patah semangat. Para pemain Les Gones seakan mendapat angin segar untuk mencetak gol.
Namun, gol yang Lyon nantikan baru tercipta jelang babak pertama usai atau menit ke-45 melalui eksekusi sepakan 12 pas.
Penalti tersebut dieksekusi dengan baik oleh Alexandre Lacazette, yang dijatuhkan Matthijs de Ligt di area terlarang.
Waktu yang tersisa pada babak pertama sudah menipis, Lyon justru berbalik unggul. Lacazette sukses mencetak gol kedua setelah menerima bola di mulut gawang hasil umpan silang Nabil Fekir pada menit ke-45+1.
Pada babak kedua, Lyon tampil semakin bersemangat. Beberapa peluang emas berhasil mereka ciptakan, tetapi terbentur oleh penyelesaian akhir yang tidak maksimal.
Baru pada menit ke-81, Stadion Parc Olympique Lyonnais kembali bergemuruh setelah umpan lambung matang Maciej Rybus erhasil disambut tandukan oleh Rachid Ghezzal yang gagal diantisipasi kiper Ajax, Andre Onana.
Peluang Lyon untuk mencetak gol keempat demi menyakaman kedudukan secara agregat semakin besar setelah pada menit ke-84 Ajax harus bermain dengan 10 orang.
Bek Nick Viergever melakukan pelanggaran terhadap Fekir yang membuatnya diganjar kartu kuning kedua.
Namun, Lyon gagal memanfaatkan kesempatan tersebut. Meski mendapat beberapa peluang emas jelang laga berakhir, gol keempat yang mereka cari tidak kunjung lahir yang membuat Ajax berhak lolos ke final.
Keberhasilan ini merupakan kali kedua bagi Ajax tampil dalam partai final Liga Europa.
Terakhir kali De Godenzonen tampil pada partai puncak saat menjuarai kompetisi yang dulu bernama Piala UEFA itu pada 1992.
Terakhir kali raksasa Belanda itu tampil di final kompetisi antarklub Eropa terjadi pada 1995 saat menjuarai Liga Champions.
Pada partai final, Ajax akan menantang Manchester United yang juga sukses memastikan diri lolos setelah menyingkirkan wakil Spanyol, Celta Vigo, berkat keunggulan 2-1 secara agregat.
Striker Ajax Amsterdam, Kasper Dolberg memiliki kesempatan untuk menyabet status pencetak gol terbanyak Liga Europa 2016-2017. Dua gol ke gawang Olympieque Lyon membuat Dolberg menjadi pengoleksi gol terbanyak Liga Europa yang masih aktif.
Gol terakhir Dolberg ke gawang Lyon terjadi pada pertemuan kedua semifinal, Jumat (12/5/2017) dini hari WIB. Saat ini Dolberg mengoleksi 6 gol. Catatan tersebut berselisih dua gol lebih sedikit dengan sepasang top skorer, yakni Edin Dzeko (AS Roma) dan Giuliano (Zenit St Petersburg).
Sebenarnya bukan hanya Dolberg yang memiliki kesempatan menyusul Dzeko dan Giuliano. Pada deretan klub yang berlaga di final, yakni Manchester United dan Ajax Amsterdam, Dolberg menuai yang terbanyak.
Pesaing Dolberg hanya datang dari Henrikh Mkhitaryan (Manchester United), yang menuai 5 gol. Sebenarnya masih ada nama Zlatan Ibrahimovic (5 gol), tapi tak mungkin lagi menambah gol karena cedera, dan harus absen sampai akhir musim.
Berikut ini top skorer sementara Liga Europa 2016-2017: 8 gol – Edin Džeko (AS Roma), Giuliano (Zenit Saint Petersburg) 7 gol – Aritz Aduriz (Athletic Bilbao) 6 gol – Alexandre Lacazette (Lyon), Kasper Dolberg (Ajax) 5 gol – Guillaume Hoarau (Young Boys), Nikola Kalinic (Fiorentina), Łukasz Teodorczyk (Anderlecht), Henrikh Mkhitaryan (Manchester United), Iago Aspas (Celta Vigo), Zlatan Ibrahimovic (Manchester United)
Real Madrid berencana mengajukan penawaran untuk bintang Chelsea, Eden Hazard. Los Blancos bakal menjadikan Hazard sebagai pemain termahal dunia.
Seperti dilansir The London Evening Standard, Real Madrid menghargai tinggi kualitas gelandang serang internasional Belgia tersebut. 100 juta pounds dinilai banderol yang layak untuk Hazard.
Hazard masuk daftar pemain yang paling diinginkan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Pemain berusia 26 tahun itu akan melengkapi kekuatan lini tengah Los Blancos bersama Toni Kroos dan Luka Modric.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, siap membayar mahal demi mendaratkan Hazard. Perez berambisi Real Madrid kembali menjadi klub yang memegang rekor pemain termahal dunia.
Seperti diketahui, rekor pemain termahal di dunia saat ini masih dipegang Paul Pogba. Harga Pogba ketika dibeli kembali Manchester United dari Juventus menyentuh 89 juta pounds.
Tapi, Chelsea sendiri masih sangat membutuhkan servis Hazard. Klub asal London Barat tersebut tidak akan menjual Hazard bila belum mendapat pemain pengganti yang sepadan.
Juventus akan menghadapi juara bertahan Real Madrid di final Liga Champions 2016/17. Giuseppe Bergomi memberikan pandangannya tentang partai pemungkas yang akan digelar di Cardiff pada 3 Juni mendatang ini.
Menurut mantan kapten Inter Milan itu, Juventus pantas diunggulkan. Terkait strategi yang akan dipakai oleh pelatih Massimiliano Allegri, itu bakal tergantung pada siapa yang diturunkan oleh Zinedine Zidane nanti, Isco atau Gareth Bale.
Bale berpeluang pulih tepat waktu untuk final ini. Namun, Isco yang kerap tampil brilian musim juga sangat pantas diperhitungkan. Jika Zidane menurunkan Isco, Bergomi memperkirakan kalau Allegri bakal memakai skema tiga bek. Jika Bale yang main, Allegri bakal memakai empat pemain di belakang.
“Juve sedikit diunggulkan melawan Real. Mereka tim yang matang, seimbang dan mampu mendikte ritme permainan. Bianconeri seperti bunglon, tahu kapan saatnya menyerang dan kapan waktunya bertahan,” kata Bergomi kepada Sky Sports, seperti dikutip TuttoJuve.
“Melawan Monaco, mereka sempat tertekan di awal, tapi kemudian menemukan pijakan dan mendominasi pertandingan. Allegri adalah seorang ahli strategi. Pertahanan Juventus lebih kuat daripada Real, tapi jangan lupa kalau tim Spanyol in tahu bagaimana caranya meraih kemenangan.”
“Real memiliki strategi ofensif. Dua full-back mereka bisa naik begitu tinggi, sedangkan Kroos dan Modric mampu bermain melebar untuk menambah variasi serangan.”
“Faktor Isco-Bale bakal sangat krusial. Tak mudah (bagi Zidane) meninggalkan mantan pemain Tottenham itu. Namun, Allegri tahu caranya menghadapi kedua situasi ini. Dengan Isco, saya melihat dia akan memakai tiga bek. Dengan Bale, kembali ke empat bek,” imbuh Bergomi.
Di Liga Champions musim ini, Bale telah menyumbang dua gol dan satu assist untuk Madrid. Winger Wales itu absen dalam tiga partai terakhir Madrid di Liga Champions akibat cedera. Dia berharap bisa pulih saat Madrid menghadapi Juventus di tanah kelahirannya.
Isco baru mencetak satu gol di Liga Champions musim ini. Namun, satu gol itu dicetaknya ke gawang Atletico Madrid di semifinal leg kedua, yang terbukti krusial meloloskan Madrid ke final. Selain itu, performa apiknya di La Liga juga membuat Isco pantas diperhitungkan untuk jadi starter.
No comments:
Post a Comment