7uptoto

sub menu

Saturday, 6 May 2017

Posts from Berita Sepak Bola Terpercaya for 05/06/2017

Berita Sepak Bola Terpercaya



Julian Nagelsmann, Pelatih yang Sukses Ikuti Kisah Dongeng Leicester City

By Nosi Putra on May 06, 2017 11:59 am

Dunia sepak bola mulai “keranjingan dongeng”. Setelah Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris 2015-16, dongeng baru muncul di tanah Jerman.

Dongeng itu ditulis anak muda berusia 29 tahun, Julian Nagelsmann. Ia adalah pelatih kepala klub Hoffenheim, klub dari kota di selatan Frankfurt dan di utara Stuttgart, Jerman.

Nagelsmann membuat berita karena berhasil mengantar tiket ke Liga Champions untuk pertama kali sepanjang 117 tahun usia Hoffenheim. Kepastian itu diperoleh usai menempati posisi tiga klasemen Bundesliga.

Posisi Hoffenheim memang masih bisa berubah karena Bundesliga memiliki tiga laga sisa. Sementara Borussia Dortmund duduk di posisi empat dengan selisih satu poin (58 dan 57).

Namun Hoffenheim tetap tidak akan anjlok lebih dari posisi empat karena Hertha Berlin di posisi lima hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 55. Adapun Bundesliga punya jatah mengirim empat wakil ke Liga Champions.

Namun andai Hoffenheim mengakhiri Bundesliga di posisi empat, mereka akan memulai Liga Champions 2017-18 dari putaran play-off kualifikasi.

Tiket Hoffenheim ke Liga Champions ditentukan oleh gol Benjamin Hubner untuk mengalahkan Eintracht Frankfurt 1-0. Kemenangan itu yang memastikan nilai 58 mereka tak lagi bisa dikejar tim di luar empat besar.

Kamis mendatang (6/5), Hoffenheim akan menjalani partai “final” di kandang Dortmund. Siapa menang akan memastikan posisi tiga. Hubner mengatakan Hoffenheim tidak tertekan.

“Tekanan ada pada Dortmund. Kami ke sana untuk meraih hasil bagus,” tukas pemain 27 tahun ini dalam laman Bundesliga.

Mengejutkan publik

Kembali ke Nagelsmann, ini adalah buah tangan dinginnya.

Nagelsmann ditunjuk menjadi pelatih utama Hoffenheim setelah Huub Stevens mundur karena masalah kesehatan pada awal 2016. Ketika Nagelsmann masuk, posisi Hoffenheim terancam degradasi.

Keputusan Hoffenheim mengangkat derajat Nagelsmann dari pelatih tim U-19 ke tim senior memang aneh. Tentu saja, seperti ditulis Sky Sports, siapa yang tidak heran melihat ada anak muda 28 tahun –setahun silam– dipercaya menangani tim untuk berjibaku di pentas Bundesliga –satu dari lima kompetisi domestik paling elite di dunia.

Namun Nagelsmann, yang mendapat kontrak penuh tiga tahun, belum berhenti membuat kejutan. Pelatih termuda sepanjang sejarah Bundesliga itu berhasil menyelamatkan Hoffenheim dari degradasi.

Nagelsmann membawa Hoffenheim meraih 23 poin dari 42 poin yang mungkin diambil sejak masuk ke tim pada Februari 2016. Dan musim ini, musim penuh pertamanya sebagai pelatih tim senior, Hoffenheim hanya kalah tiga kali dalam 31 pertandingan Bundesliga.

Itu adalah jumlah kekalahan paling sedikit kedua di Bundesliga musim ini setelah sang juara Bayern Muenchen. Itu sebabnya Hoffenheim bisa meraih tiket ke Liga Champions.

Lantas apa rahasia Nagelsmann, yang tak pernah bermain untuk tim senior karena cedera lutut serius?

Ini memang tak lazim. Inilah sebuah insting dan perhitungan sepak bola Jerman yang penuh inovasi –terutama Hoffenheim. Klub yang berdiri pada 1899 ini punya naluri kuat pada seorang pelatih.

Pada 2006, Hoffenheim berani mengontrak pelatih Ralf Rangnick meski masih berada di kompetisi regional. Rangnick berhasil membawa Hoffenheim naik ke Bundesliga 2 dan setahun kemudian menjadi runners-up Bundesliga 1.

Namun keberhasilan itu dicibir publik Jerman, tentu saja kecuali para penduduk kawasan Hoffenheim yang justru masuk kategori perdesaan. Sukses Hoffenheim disebut menyalahi tradisi Jerman; hanya membeli pemain-pemain binaan klub lain, bahkan pelatih, dan bukan mendidik dari bawah.

Tetapi keberadaan Nagelsmann seharusnya bisa menghapus cibiran itu. Nagelsmann bukan siapa-siapa ketika masuk Hoffenheim.

Sang bos klub Dietmar Hopp tak melulu menggunakan kekuatan uangnya untuk merekrut barang jadi. Pengusaha perangkat lunak komputer itu paham bahwa sepak bola harus dibangun dari bawah dan Nagelsmann adalah salah satu buktinya.

“Ini langkah berani, tapi kami melihat bakat besar Nagelsmann. Kami harus memberinya kesempatan,” ujar Direktur Sepak Bola Hoffenheim, Alexander Rosen, soal penunjukkan Nagelsmann.

Era baru manajemen sepak bola

Cedera serius boleh saja mengakhiri mimpi Nagelsmann untuk menjalani profesi pemain profesional. Dia kemudian menjalani empat semester di fakultas bisnis universitas, tapi minatnya pada sepak bola belum berubah.

Nagelsmann pun banting setir mempelajari Sports Science. Kali ini, demikian ditulis These Football Times, dia membuka jalur ke dunia pelatih sepak bola.

Nagelsmann juga menyerap banyak ilmu dari pelatih-pelatih senior karena kebetulan kariernya dijalani sebagai asisten pelatih. Salah satu pelatih yang memberi pengaruh besar padanya adalah Thomas Tuchel, pelatih Dortmund yang pernah membinanya sebentar di Augsburg.

Bahkan berkat rekomendasi Tuchel pula Nagelsmann bisa mengambil sertifikat kepelatihan kelas A. Nagelsmann juga dipuji karena berhasil menggabungkan seni manajemen dan kedisiplinan pada para pemainnya.

Mario Harter, jurnalis Sky Sports Jerman, mengatakan bahwa Nagelsmann tak pernah menggunakan taktik yang sama dari satu laga ke laga berikutnya. Dia selalu fleksibel dan terus mengubah timnya.

“Musuh terbesar para pemain adalah rutinitas, itu filosofi Nagelsmann,” ujar Harter bersaksi.

Persiapan Nagelsmann sebelum laga juga tak biasa. Menurut para jurnalis Jerman, Nagelsmann biasa mengunci diri di dalam ruangan sambil membawa pulpen dan buku tulis kecil untuk menggodok taktik.

Urusan taktik, dalam usia 29 pula, Nagelsmann disebut salah satu pelatih terbaik di Bundesliga. Gaya permainan Hoffenheim disebut perpaduan filosofi Arsene Wenger, Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan legenda Johan Cruyff.

Namun taktik Nagelsmann tak pernah komplek, bahkan cenderung sederhana. Dia biasa menggunakan formasi 3-5-2 dengan kembangan 3-1-4-2, tapi tak menganggap penting hal itu. Nagelsmann lebih fokus pada micro tactics.

“Itu cuma soal (jarak) lima atau 10 meter, soal 4-4-2 atau 4-2-3-1. Padahal intinya Anda cuma mengikuti sebuah kick-off dan mungkin hanya delapan kali dalam sebuah laga, ungkap Nagelsmann dikutip The Guardian.

Maksudnya, hal paling penting dalam pertandingan adalah memastikan tim mencetak gol dan tidak kebobolan. Nagelsmann tidak melihat formasi sebagai hal yang lebih penting dibanding bagaimana cara para pemain menembus blokade lawan atau menahan serangan lawan.

Dia juga sadar bahwa dalam usia 29 bakal sulit untuk mengarahkan para pemainnya yang sebaya dan beberapa bahkan lebih tua. Itu sebabnya Naggelsmann mengadaptasi pendekatan egaliter.

“Nagelsmann tak punya kantor pribadi di Hoffenheim. Dia berbagi ruangan dengan para asistennya dan itu sangat penting baginya,” imbuh Harter.

Nagelsmann menjelaskan bagaimana dia menerapkan pentingnya pendidikan, aplikasi program latihan, dan membedakan manajemen kolektif serta individu. Menurutnya, seorang pelatih harus bisa mencari solusi taktik untuk lawan berbeda.

Namun pada saat bersamaan, pelatih juga harus mampu mengelola 22 atau 23 pemainnya yang tentu berbeda satu dengan lainnya. Pelatih mesti bisa mengarahkan mereka ke satu tujuan.

“Anda harus bisa menangani seorang pemain, memotivasinya, dan seterusnya. Tidak ada bedanya menangani pemain muda dan pemain berpengalaman,” ujar Nagelsmann yang mencintai pekerjaannya.


Read in browser »
share on Twitter Like Julian Nagelsmann, Pelatih yang Sukses Ikuti Kisah Dongeng Leicester City on Facebook

Chelsea Bisa Juara Liga Inggris Karena Conte Lebih Kaya Taktik Daripada Pesaingnya

By Nosi Putra on May 06, 2017 08:58 am

Legenda Chelsea Pat Nevin mengungkapkan bahwa mantan timnya itu sangat beruntung memiliki sosok pelatih yang kaya akan taktik, dibanding dengan pelatih-pelatih lainnya di Liga Inggris.

Ketika Manchester United mengalahkan Chelsea 2-0 akhir bulan lalu, bahwa banyak orang berpikir permainan The Blues sudah mudah ditebak dan mudah dikalahkan. Jose Mourinho selaku pelatih Setan Merah saat ini, menginstruksikan Ander Herrera untuk menjaga ketat pergerakan Eden Hazard dan strategi itu terbukti ampuh meredam The Blues.

Namun kekalahan atas Red Devils itu tak membekas sama sekali usai Chelsea melanjutkan perjalanannya dengan mulus, yaitu lolos ke final FA Cup dan menang di liga dua kali beruntun. Hal tersebut semakin jelas membenarkan bahwa manajer Chelsea berusia 47 tahun itu memiliki banyak taktik untuk melepaskan diri dari kebuntuan.

Hanya butuh waktu satu minggu untuk Conte meramu taktik baru setelah kekalahan di Old Trafford. Mereka menang telak 4-2 atas Spurs di semifinal Piala FA, dan menang dengan skor 4-2 atas Southampton, berlanjut mengalahkan Everton 3-0.

Maka dari itu, Pat Nevin sama sekali tak ragu akan kualitas yang dimiliki manajer Chelsea saat ini. Nyatanya ia mampu membawa Chelsea keluar dari tekanan dan himpitan pasca kekalahan untuk bisa menemukan lagi bagaimana caranya mengalahkan lawan.

"Selebrasi itu setelah menang 3-0 kontra Everton adalah yang paling meriah untuk dilakukan dengan apa yang sudah terjadi di minggu fenomenal dalam sepakbola untuk klub, salah satunya pertandingan di Merseyside," tulis Nevin di kolom pribadinya dalam laman resmi Chelsea.

"Lecutan kemenangan Semifinal melawan Spurs, sebuah semangat mengalahkan Southampton di Stamford Bridge dan mengalahkan Everton dengan secara agregat 8-0 di liga musim ini, benar-benar luar biasa,"

"Chelsea sudah mencetak 11 gol hanya berselang delapan hari, jadi semua keterpurukan sudah diatasi dengan baik dan benar-benar saat ini,"

"Hal yang paling tragis dari lawan adalah mereka tidak menemukan jawaban untuk menumbangkan Chelsea dan khususnya taktik dari seorang Antonio yang jenius."

Nevin juga menjelaskan bagaimana taktik penjagaan ketat terhadap Hazard telah membuat jawaban bagaimana untuk bisa kembali tampil apik. Buktinya saat pertandingan kontra Spurs Conte mencadangkannya, dan hal itu sangat berhasil membuat lawan bingung untuk menerapkan strategi apa.

"Setelah Manchester United dan Jose Mourinho membuat rencana dengan mematikan pergerakan Eden dan Anda mungkin bisa menghentikan Chelsea. Namun minggu lalu Eden diistirahatkan dalam pertandingan kontra Spurs dan kami masih bisa menang," imbuhnya.

"Dia masih mencetak gol ketika dia datang dari bangku cadangan. Melawan Southampton dia bermain sebagai seorang penyerang hebat dengan Diego Costa dan mereka bak dinamit bergandengan,"

"Everton mencoba membayangi pergerakan Eden, namun itu membuka ruang bagi pemain lainnya. Ini sama halnya seperti Anda meletakkan jari Anda di sebuah lubang tanggul air, tekanan akan terlepas di sisi lainnya. Anda mengabaikan Willian, Cesc, Pedro," pungkas legenda Chelsea berusia  53 tahun itu.


Read in browser »
share on Twitter Like Chelsea Bisa Juara Liga Inggris Karena Conte Lebih Kaya Taktik Daripada Pesaingnya on Facebook

Lionel Messi Bangun Sekolah Untuk Anak-Anak Korban Perang Suriah

By Nosi Putra on May 06, 2017 05:58 am

Megabintang Barcelona, Lionel Messi tak hanya jago dalam hal menjebol gawang lawan. Tapi, juga piawai dalam menunjukkan jiwa sosial.

Terbaru, Lionel Messi membantu pembangunan ruang-ruang kelas untuk anak-anak Suriah. Tindakan yang dilakukan melalui Leo Messi Foundation tak lepas dari hati Messi yang merasa tersentuh dengan anak kecil yang ingin meneruskan pendidikan di negara konflik.

Bekerja sama dengan UNICEF, Leo Messi Foundation membantu pembangunan 20 ruang kelas di Suriah. Berkat kontribusi ini, lebih dari 1.600 anak di Suriah bisa melanjutkan sekolahnya.

Dilansir oleh Marca, ruang-ruang kelas tersebut juga dilengkapi dengan panel tenaga surya supaya bisa membantu menyediakan lingkungan terbaik untuk belajar di tengah konflik yang memecah belah negara tersebut.

Lebih dari 60% anak-anak sekolah di Suriah terpaksa mengungsi karena perang yang sudah berlangsung selama enam tahun itu. Sekolah membantu anak-anak Suriah agar tetap punya rutinitas di tengah situasi yang jauh dari kata normal.

“Satu hari terlalu banyak. Anak-anak Suriah sudah jadi korban kekerasan dan kekejaman selama enam tahun dalam konflik yang menyandera mereka. Sebagai seorang ayah dan Duta UNICEF, hati saya remuk,” tulis Messi di akun Facebook-nya.


Read in browser »
share on Twitter Like Lionel Messi Bangun Sekolah Untuk Anak-Anak Korban Perang Suriah on Facebook

Fans Arsenal Setuju Alexis Sanchez Dijual ke Chelsea

By Nosi Putra on May 06, 2017 02:58 am

Mantan striker Arsenal, Charlie Nicholas, merasa bahwa klub harus serius mempertimbangkan untuk menjual Alexis Sanchez ke Chelsea.

Antonio Conte disebut sudah ikut bergabung dengan manajer dari klub top Eropa lainnya yang menginginkan jasa striker Chile. Kontrak eks Barcelona itu akan segera berakhir di penghujung musim depan.

Dan Nicholas mengatakan Arsene Wenger tak perlu ragu melepas sang bomber, jika memang Chelsea mengajukan penawaran bernilai masif di musim panas mendatang.

“Sanchez tidak terlihat antusias bermain di delapan pekan terakhir, dia coba menyembunyikannya. Saya akan menjualnya. Jika dia ingin ke Chelsea dan Chelsea ingin membayar 60 juta pounds, saya akan melepasnya,” tutur Nicholas di talkSPORT.

“Mereka harusnya mengatakan pada Sanchez dua bulan lalu ‘Apa kamu akan memperpanjang kontrak?’ Jika dia mengatakan ‘Tidak, saya takkan melakukannya’, maka mereka harus menjualnya di musim panas.”

“Mereka harus mengisolasi pemain. Mereka tak punya nilai dan jiwa. Mereka kehilangan kredibilitas. Klub tengah kacau dan saya sulit melihatnya.”


Read in browser »
share on Twitter Like Fans Arsenal Setuju Alexis Sanchez Dijual ke Chelsea on Facebook

Hector Bellerin atau Cesar Azpilicueta yang Bakal Bergabung Barca?

By Nosi Putra on May 06, 2017 12:58 am

Raksasa La Liga, Barcelona dikabarkan mulai menyiapkan target alternatif andai mereka gagal menggaet bek kanan Arsenal, Hector Bellerin di bursa transfer musim panas nanti.

Sebelumnya Barca memang diklaim menjadikan Bellerin yang sempat menimba ilmu di akademi La Masia sebagai kandidat utama pengisi pos bek kanan musim depan.

Namun kini seperti dilansir Sport, kubu Blaugrana memilih bek Spanyol lain di Premier League, Cesar Azpilicueta sebagai alternatif.

Azpilicueta sendiri diyakini saat ini masih sangat menikmati kariernya bersama Chelsea. Meski demikian, pria 27 tahun itu diklaim bakal mendengarkan tawaran dari klub sekelas Barca.

Selain Azpilicueta, pemain lain yang juga disebut-sebut diminati Barca adalah full-back internasional Jerman milik Bayer Leverkusen, Benjamin Henrich.


Read in browser »
share on Twitter Like Hector Bellerin atau Cesar Azpilicueta yang Bakal Bergabung Barca? on Facebook

Inter Milan Tertarik Dengan Gelandang Tengah AS Roma Daniel De Rossi

By Nosi Putra on May 05, 2017 09:58 pm

Inter Milan dilaporkan sedang melakukan kontak dengan gelandang tengah AS Roma, Daniel De Rossi, untuk bergabung di Giusseppe Meazza selama dua tahun.

Menurut surat kabar yang berbasis di Kota Milan, La Gazzetta dello Sport, Il Biscone tengah mencari seorang pemimpin di ruang ganti maupun di atas lapangan hijau. Untuk itu Si Ular mendaratkan pilihan kepada pria 33 tahun yang terlihat sangat matang.

Nantinya De Rossi bakal menemani juniornya di Timnas Italia Roberto Gagliardini di lini tengah Nerazzurri andai sang pangeran kedua Roma itu menerima tawaran untuk bergabung dengan Inter.

Sebelumnya, proses perpanjangan kontrak sang pemain dengan Roma sempat mandek, dan De Rossi ingin lebih dulu mengevaluasi tawaran yang diajukan Il Lupi untuk prospek masa depan. Tak ingin kehilangan salah satu pangerannya Giallorossi pun diberitakan siap mengajukan kenaikan gaji sebesar 5.5 juta Euro per musim dengan durasi masa kerja dua tahun.

Dilansir Football Italia, Rabu (3/5) perekrutan De Rossi tersebut bisa jadi pilihan tepat bagi Inter, mengingat kesebelasan tersebut tak memiliki sosok pemain berwibawa dan tenang dalam mengatur emosional tim di ruang ganti.

Adapun, di usianya yang sudah menuju senja, De Rossi masih menjadi pilar utama Roma musim ini. Ia tetap jadi generator lini tengah tim asuhan Luciano Spaletti. Musim ini, De Rossi tercatat sudah tampil sebanyak 27 kali di Serie A bersama Roma dengan catatan satu gol.


Read in browser »
share on Twitter Like Inter Milan Tertarik Dengan Gelandang Tengah AS Roma Daniel De Rossi on Facebook




Recent Articles:

Deretan Kiper Muda Berbakat di Dunia Sepak Bola Saat Ini
Aksi Diving Merajalela di Kompetisi Premier League
Memalukan, 2 Pemain Liga 1 Berkelahi Saat Pertandingan PSM vs PS TNI
Roma Dan Inter Wajib Ganti Pelatih Musim Depan






This email was sent to sukses.properti84@gmail.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
7upbet · 2 Thnou St, Krong Preah Sihanouk 18200, Cambodia · Phnum Penh 13253 · Cambodia

Email Marketing Powered by MailChimp

No comments:

Post a Comment