Istri pesepakbola Irfan Bachdim, Jennifer Bachdim, dikenal sebagai wanita cantik nan seksi. Gaya serta pose-pose sensualnya selalu jadi perhatian di jagat media sosial.
Sejumlah aktivitas bergairah pun senantiasa menghiasi lini masa akun Instagram pribadi ibu dua putri tersebut. Kesan sporty dan penuh pesona kian menambah daya pikatnya sebagai sosok populer.
Setelah aksi olah tubuh wanita keturunan Jerman tersebut mendadak ramai disebut, kini hal serupa kembali jadi buah bibir para netizen di akun @jenniferbachdim beberapa waktu lalu.
Tampil bugar dan bertenaga, Jannifer seolah makin menggemari perannya sebagai salah satu brand ambassador produk apparel ternama.
Wanita 30 tahun itu tanpa canggung mempraktekan gerakan-gerakan jogging dan kebugaran tubuh. Hasilnya, adegan-adegan ringan tersebut pun cukup menarik dijadikan sebagai video tutorial para wanita muda untuk berolahraga.
Hampir 600 ribu kali lebih tayangan video komersialnya telah disaksikan para netizen. Tak ayal, dari rekaman aksinya itu nama Jennifer pun kian diperbincangkan di pentas hiburan Tanah Air.
Bintang Barcelona, Lionel Messi, melalui akun Instagram-nya, Selasa (9/5/2017), memamerkan puluhan koleksi jersey. Menariknya, dari puluhan jersey tersebut tidak ada yang menjadi milik salah satu rivalnya, yakni bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.
Lionel Messi merupakan salah satu pesepak bola yang sering bertukar kaos setelah pertandingan berakhir. Ia pun secara khusus membuat ruangan untuk memajang koleksi jersey milik beberapa bintang sepak bola dunia.
Menurut pemberitaan media-media Eropa, Lionel Messi memang tidak pernah bertukar kaos dengan Cristiano Ronaldo. Padahal, dari puluhan koleksi, Lionel Messi memiliki jersey Real Madrid milik Angel Di Maria, Iker Casillas, dan Raul Gonzales.
Puluhan koleksi jersey tersebut ditata cukup baik oleh Lionel Messi. Bahkan, sang bintang secara khusus membuat tempat untuk menaruh jersey di bagian lantai dan langit-langit ruangan.
Beberapa jersey pesepak bola dunia yang menjadi koleksi Lionel Messi, antara lain Luis Suarez, Pablo Aimar, Juanfran, Philipp Lahm, Francesco Totti, Gerard Pique, Yaya Toure, Lucas Digne, Sergio Aguero, Cesc Fabregas, hingga Youssef El-Arabi.
Winger Leicester City, Riyad Mahrez, dikabarkan ingin meninggalkan King Power Stadium di musim panas, menurut The Telegraph.
Pemain Aljazair berjanji untuk bertahan bersama The Foxes musim ini, namun ia meyakini sudah menghormati perjanjian yang ia buat dengan klub musim panas lalu dan bakal diizinkan untuk pergi.
Tottenham, Arsenal, dan Chelsea disebut tertarik untuk menampung pemain terbaik PFA 2016 tersebut. The Gunners pernah coba membelinya di musim panas lalu, usai ia membawa Leicester menjadi juara Premier League. Namun gagal karena Mahrez lebih memilih bertahan.
Leicester sendiri akhirnya menunjukkan performa buruk di liga musim ini, meski sukses menembus babak perempat final Liga Champions. Claudio Ranieri dipecat dan digantikan oleh asistennya, Craig Shakespeare.
Kondisi itulah yang konon membuat Mahrez tak lagi antusias membela The Foxes dan bakal mencoba untuk mencari karir yang lebih baik di tempat lain.
Chelsea menjadi juara Premier League musim 2016/2017 setelah mengalahkan West Brom dengan skor 0-1 di stadion Hawthorns, Sabtu (13/5). Gelar ini merupakan yang keenam kalinya dalam sejarah The Blues.
Menjalani pertandingan tersebut, Chelsea hampir saja gagal memetik kemenangan yang bisa membuat tim lain masih mungkin mengejar. Namun kemudian Michy Batshuayi yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi penentu kemenangan dengan golnya pada menit 82. Satu gol ini sudah cukup untuk menambahkan tiga poin untuk Chelsea.
Dengan kemenangan tersebut, Chelsea mengumpulkan 87 poin dan sudah tak mungkin terkejar. Dengan Tottenham yang berada di peringkat dua dan masih punya tiga laga tersisa, Chelsea telah berjarak 10 poin.
Gelar juara ini tentu saja tak lepas dari peran Antonio Conte, pelatih yang ditunjuk Chelsea untuk menggantikan Jose Mourinho. Pelatih asal Italia tersebut punya tanggung jawab membangkitkan Chelsea yang musim lalu hanya bisa finis di peringkat 10. Conte memang sempat menemui kesulitan di awal-awal kariernya di London sehingga membuatnya sempat santer dikabarkan akan dipecat lebih dini.
Setelah menelan kekalahan dari Liverpool dan Arsenal, Conte mengubah formasi menggunakan 3-4-3. Setelah perubahan ini, Chelsea menang 13 kali secara beruntun. Dan, Conte sendiri mengakui perubahan formasi ini menjadi faktor penting dalam mengantarkan timnya menyabet gelar keempat Premier League sejak musim 2004/2005.
Tidak bermain di kompetisi Eropa membuat Conte bisa fokus mengejar gelar kompetisi lokal. Setelah gelar Premier League sudah ada di genggaman, sekarang waktunya bagi Chelsea mengejar gelar FA Cup. Mereka akan menghadapi Arsenal di partai final nanti yang akan berlangsung pada akhir bulan ini di Wembley.
Diego Costa memiliki peran penting dalam mengantarkan Chelsea kembali berjaya . Penyerang asal Spanyol tersebut merupakan top skor Premier League sementara. Sejauh ini, Costa telah mengumpulkan 20 gol.
Selain Costa, N’Golo Kante juga punya andil besar. Pemain yang musim lalu mengantarkan Leicester City juara tersebut, musim ini mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik di liga Inggris atau PFA Player of the Year. Eden Hazard sebagai runner up dalam merebutkan penghargaan itu.
Yang membuat fans Chelsea bahagia, tentu saja, bahwa musim depan tim kesayangannya akan kembali bermain di Liga Champions.
CUMA selangkah lagi Juventus bisa menambah superioritas mereka dalam perjalanan panjang sejarah sepak bola Italia. Meskipun itu juga berarti menambah jemu gelaran Liga Italia setiap tahunnya dengan sosok juara yang itu-itu saja.
Hanya butuh satu kemenangan di tiga laga tersisa Liga Italia musim ini untuk Bianconeri memastikan diri memperoleh scudetto. Satu kemenangan, di atas hitungan matematika, mestinya tak terlalu sulit diperoleh Juventus .
Di tiga laga tersisa, Juventus bahkan berpeluang mengunci gelar juara di kandang AS Roma, Senin 15 Mei 2017. Namun, kalaupun saat bertandang ke Stadio Olimpico pesta mesti kembali tertunda, seperti pada laga sebelumnya, dua pertandingan terakhir Liga Italia harusnya sangat mudah dimenangkan.
Dua laga pamungkas itu adalah menghadapi Crotone pada Minggu 21 Mei 2017 dan Bologna pada Senin 29 Mei 2017. Keberadaan dua tim tersebut di papan bawah klasemen sudah menjadi ukuran Juventus harusnya menang mudah. Terlebih Crotone yang sampai pekan ke-35 masih berada di zona degradasi.
Kendala satu-satunya yang dihadapi Juventus datang dari konsentrasi. Pasalnya, selain mengincar scudetto, Bianconeri juga berambisi menjuarai Liga Champions Eropa tahun ini. Oleh karena itu, skuad besutan Massimiliano Allegri harus pandai-pandai menjaga fokus.
"Kami mengincar scudetto, tetapi kami akan fokus dulu untuk lolos ke final Liga Champions. Setelah itu baru memikirkan melawan AS Roma," kata Allegri seperti dilaporkan Football Italia.
Selain tinggal selangkah mudah menyabet scudetto, Juventus juga berada di posisi yang terbilang tenang. Selisih tujuh poin dengan AS Roma di peringkat dua klasemen masih sangat jauh untuk terkejar. Total 85 poin milik Si Nyonya Tua diperoleh dari 27 kali menang, 4 hasil imbang, dan 4 kali kalah.
Sementara 78 poin milik AS Roma di peringkat dua didapat dari 25 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 7 kali kalah. Artinya, AS Roma hanya bisa menikung scudetto jika menang di tiga pertandingan sisa dan pada saat yang sama Juventus kalah di semua pertandingan sisa.
Meskipun demikian, AS Roma enggan menyerah sebelum gelar juara benar-benar dipastikan. Kemenangan telak 1-4 atas AC Milan di kandang lawan pada pekan ke-35 menjadi bekal. Namun, bukan berarti terlampau percaya diri, penyerang Stephan El Shaarawy justru mengingatkan timnya untuk berhati-hati guna menjaga asa.
"Kami harus menunjukkan penampilan yang berbeda saat berhadapan dengan Juventus, ini menentukan," kata El Shaarawy.
Tak sekadar scudetto
Di sisi lain, jomplangnya jarak poin antara Juventus dan AS Roma justru membuat prosesi memperebutkan peringkat dua Liga Italia terlihat lebih realistis. Pasalnya, di peringkat tiga Napoli hanya minus satu poin dari perolehan AS Roma. Oleh karena itu, secara hitung-hitungan, scudetto sebenarnya hampir sudah dipasrahkan untuk Juventus.
Bagi Juventus sendiri, gelar juara tahun ini tak sekadar scudetto. Jauh lebih mengerikan dari itu, titel juara akan membuat mereka menjadi kampiun Liga Italia enam kali berturut-turut. Jika benar-benar terjadi, Juventus menjadi klub pertama yang melakukannya di daratan Italia. Memecahkan rekor yang juga pernah mereka torehkan pada dekade 1930-an.
Menengok jauh ke belakang, Juventus mengukir sejarah manis dengan menjuarai Liga Italia lima kali berturut-turut. Itu terjadi saat pergelaran liga musim 1930-1931, 1931-1932, 1932-1933, 1933-1934, dan musim 1934-1935.
Lagi, Bianconeri mengulang rekor tersebut dalam pergelaran Liga Italia lima tahun terakhir. Selama rentang musim 2011-2012 sampai 2015-2016 tak ada tim yang mampu menghentikan Juventus menyabet gelar juara.
Prestasi Si Nyonya Tua yang lima kali berturut menjuarai Liga Italia sebenarnya sama dengan capaian dua klub Italia lainnya. Hal serupa pernah dilakukan rival sekota mereka, Torino, dengan menyabet gelar juara Liga Italia lima kali berturut meskipun harus diselingi terhentinya kompetisi. Itu terjadi pada musim 1942-1943, 1945-1946, 1946-1947, 1947-1948, dan 1948-1949. Pada 1944 dan 1945 kompetisi sempat terhenti karena Perang Dunia II.
Lima gelar juara beruntun juga ditorehkan Inter Milan di rentang musim 2005-2006 sampai musim 2009-2010. Gelar pada musim 2005-2006 merupakan hadiah kejutan karena scudetto Juventus dicabut terkait dengan skandal Calciopoli.
Karena itu pula jika musim ini Juventus kembali berhasil meraih scudetto, bukan hanya sejarah bagi Bianconeri melainkan catatan penting dalam perjalanan sepak bola bangsa Italia. Enam kali berturut-turut menjadi juara Liga Italia adalah capaian pertama kali terjadi yang menandinginya di masa mendatang pun mesti dilakukan setengah mati.
Jika berhasil diraih, capaian tersebut hanya bisa dibandingkan dengan prestasi klub liga tetangga di daratan Eropa. Olimpique Lyonnais sudah lebih dulu menegaskan rekor fantastis dengan juara tujuh kali berturut-turut di Prancis, terhitung musim 2001-2002 sampai 2007-2008.
Sementara di liga lainnya, torehan yang diperoleh masih terbilang sama. Di Liga Spanyol, Real Madrid juara lima kali berturut-turut pada dua rentang waktu, yakni tahun 1960 sampai 1965 dan 1985 sampai 1990. Bahkan di Liga Jerman yang jumlah raihan juaranya terkesan amat didominasi dan timpang, Bayern Muenchen hanya bisa meraihnya secara beruntun dalam empat tahun dan itu terjadi dalam empat tahun terakhir.
Barcelona harus menyediakan uang sebesar 76 Juta Poundsterling atau sekitar 1,3 Triliyun rupiah jika ingin mendatangkan gelandang kreatif Liverpool, Philippe Coutinho. Namun, Blaugrana masih terbebani dengan biaya sebesar itu dan menunggu harga Coutinho turun. Gelandang 24 tahun itu sedang diincar Barcelona untuk menambah kreatifitas serangan.
Dilansir Dailymail, Selasa 9 Mei 2017, bila transaksi itu terlaksana bakal menjadi yang keempat termahal di dunia setelah Paul Pogba (£89,3 juta), Gareth Bale (£85,3 juta), dan Cristiano Ronaldo (£80 juta).
Dailymail yang mengutip harian yang terbit di Barcelona itu menyebutkan bahwa Coutinho telah menyetujui transfer itu dan siap memperkuat El Blaugrana musim depan.
Pemain timnas Brasil itu membuat petinggi Barca terpesona, karena menunjukkan permainan yang impresif di bawah asuhan Jurgen Klopp. Coutinho tercatat menceploskan 10 gol ke gawang lawan dalam 27 penampilannya bersama Liverpool musim ini.
Situs Inggris, Express, menyebutkan bahwa Liverpool tidak akan gampang melepaskan Coutinho, meskipun ditawari nilai transfer yang fantastis. Liverpool pernah menerima bayaran tinggi dari Barcelona saat melepas Luis Suarez senilai £75 juta pada 2014.
Barcelona meminati Coutinho untuk memperkuat lini tengah klub bermarkas di Camp Nou itu. Barcelona yang bakal memulai musim bersama pelatih baru pengganti Luis Enrique membutuhkan "darah segar" untuk menggantikan peran Andres Iniesta (32).
Bek Juventus Giorgio Chiellini memuji rekan setimnya dari Argentina Gonzalo Higuain dengan mengatakan bahwa dia pantas mendapat banyak pujian.
Bomber internasional Argentina itu telah mencetak 32 gol untuk Juventus di semua kompetisi musim ini, termasuk dua golnya di leg pertama semifinal Liga Champions melawan Monaco yang membawa Juve menang 2-0 pekan lalu.
Chiellini yang menjadi pilar utama di lini pertahanan Juventus yang membantu klub klub mencatatkan enam clean sheet secara beruntun, mengatakan Higuain pantas diakui di antara striker terbaik di dunia.
"Dia adalah pemain yang sangat lengkap," kata Chiellini dalam sebuah konferensi pers. "Dia berada di antara tiga bomber terbaik di dunia."
"Tidak perlu mengatakan di mana tepatnya, tapi dia bisa dengan mudah berada di podium."
Higuain menjalani musim pertamanya di Juve setelah tiga musim yang produktif bersama Napoli. Dia masih memiliki kesempatan untuk menambah capaia golnya menjadi 38 gol seperti yang ditorehkannya pada musim 2015-16.
Gonzalo Higuain, yang menyelamatkan Juve dari kekalahan kandang melawan Torino di derby Turin di Serie A pekan lalu, akan kembali memimpin lini depan timnya jelang laga leg kedua semifinal melawan AS Monaco di J Stadium.
Dengan keunggulan dua gol tandang berarti Juve semakin dekat menuju final di Cardiff, dengan mereka mengincar trebel di musim ini.
Di Serie A mereka hanya butuh hasil imbang melawan AS Roma pekan depan, sementara di Coppa Italia mereka telah mencapai final untuk menghadapi SS Lazio di partai puncak.
No comments:
Post a Comment