Setelah absen selama beberapa pekan, pagelaran Liga Champions akan kembali digelar pada tengah pekan ini. Memasuki babak perempat final, Raksasa Spanyol Atletico Madrid akan berhadapan dengan juara bertahan EPL, Leicester City di Vicente Calderon pada hari Kamis (13/4) dini hari nanti.
Baik Atletico Madrid dan Leicester City tampil apik di ajang Liga Champions musim ini. Los Rojiblancos suskes menaklukan Bayer Leverkusen dengan agregat 2-4, sementara Leicester secara mengejutkan menaklukan tim kuat Spanyol, Sevilla dengan agregat 3-2. Untuk itu pertandingan yang digelar di Vicente Calderon ini akan menjadi laga yang sengit.
Pertemuan ini tercatat merupakan kali kelima Atletico Madrid dan Leicester City sepanjang sejarah. Pertemuan terakhir mereka tercatat terjadi pada 20 tahun yang lalu saat keduanya bertemu di ajang UEFA Cup musim 1997/1998. Pada saat itu Atletico Madrid berhasil mengalahkan The Foxes dengan agregat 4-1. Dua kemenangan tersebut membuat rekor mereka melawan Leicester sempurna, yaitu 3 kemenangan dan 1 hasil seri.
Jika melihat performa Leicester City musim ini khususnya di liga domestik mereka, maka mereka sama sekali tidak diunggulkan. Berstatus sebagai juara bertahan EPL, namun musim ini mereka terpuruk ke papan bawah EPL. Namun angin perubahan berhembus di tubuh Leicester setelah mereka melakukan pergantian pelatih. Di bawah asuhan Craig Shakespeare The Foxes mulai menunjukan tajinya, sehingga bukan tidak mungkin kubu Los Colchoneros menjadi korban Leicester pada pertandingan nanti jika mereka lengah.
Jelang pertandingan ini, kubu tim tuan rumah tengah dipusingkan dengan banyaknya pemain yang cedera. Tiago, Augusto Fernandez, Miguel Angel Moya, Sime Vrsaljko, Kevin Gameiro, dan Nicolas Gaitan dikabarkan akan absen pada laga ini karena mengalami cedera. Namun Filipe Luis dan Gabi yang absen pada pertandingan sebelumnya karena suspensi sudah bisa kembali memperkuat Los Rojiblancos pada laga ini.
Diego Simeone sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-4-2 pada laga ini, di mana Fernando Torres dan Antoine Griezmann akan diduetkan di lini serang mereka. Di sektor sayap, Simeone akan menurunkan Koke dan Yannick Ferreira Carrasco untuk membantu serangan, sementara Diego Godin dan Stefan Savic akan menjaga pertahanan Los Rojiblancos.
Di pihak tim tamu, pelatih Craig Shakespeare datang ke Madrid tanpa diperkuat beberapa pemain pentingnya. Nama-nama seperti Nampalys Mendy, West Morgan dan Molla Wague dipastikan absen pada pertandingan leg pertama ini karena mengalami cedera.
Shakespeare sendiri kemungkinan besar akan menurunkan skema 4-4-2 pada laga ini, di mana duet Jamie Vardy dan Shinji Okazaki akan ditugaskan sebagai juru gedor mereka pada laga ini. Di sektor sayap, Shakespeare akan mengandalkan Marc Albrighton dan Riyad Mahrez untuk membantu serangan The Foxes. Di lini pertahanan, Yohan Benalouane kemungkinan akan masuk mengisi posisi Wes Morgan di jantung pertahanan Leicester City.
Perkiraan Susunan Pemain Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Luis, Savic, Godin, Juanfran; Koke, Gabi, Niguez, Carrasco; Torres, Griezmann
Statistik Kedua Tim Head to Head Ini adalah pertemuan kelima kedua tim sepanjang sejarah
Lima Pertandingan Terakhir Atletico Madrid (S-M-M-M-S) 16/03/17 Atlético Madrid 0 – 0 Bayer Leverkusen (UCL) 19/03/17 Atlético Madrid 3 – 1 Sevilla (La Liga) 02/04/17 Málaga 0 – 2 Atlético Madrid (La Liga) 05/04/17 Atlético Madrid 1 – 0 Real Sociedad (La Liga) 08/04/17 Real Madrid 1 – 1 Atlético Madrid (La Liga)
Lima Pertandingan Terakhir Leicester City (M-M-M-M-K) 15/03/17 Leicester City 2 – 0 Sevilla (UCL) 18/03/17 West Ham United 2 – 3 Leicester City (EPL) 01/04/17 Leicester City 2 – 0 Stoke City (EPL) 05/04/17 Leicester City 2 – 0 Sunderland (EPL) 09/04/17 Everton 4 – 2 Leicester City (EPL)
Prediksi Skor Pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions ini dipastikan akan berjalan dengan ketat. Kedua tim sama-sama mengusung filosofi sepakbola menyerang sehingga pertandingan yang digelar di Vicente Calderon ini akan menjadi laga yang menarik untuk ditonton.
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim dan performa kedua tim belakangan ini maka Atletico selaku tuan rumah masih akan diunggulkan pada laga ini. Namun kubu Leicester City sudah membuktikan diri bahwa mereka bisa menjadi kejutan yang tidak menyenangkan, sehingga kubu Los Rojiblancos harus ekstra waspada pada laga ini.
prediksi laga ini akan berakhir dengan kemenangan Atletico Madrid dengan skor akhir 2-1.
Sebuah laga panas tersaji di putaran pertama perempat final Liga Champions musim ini. Dua tim kandidat juara, Bayern Munchen dan Real Madrid akan saling beradu taktik di Allianz Arena pada hari Kamis (13/4) dini hari nanti.
Baik Bayern Munchen dan Real Madrid tampil cemerlang di ajang Liga Champions. Sama-sama menyandang status runner up pada fase grup, baik Bayern maupun Madrid tampil cemerlang di fase knockout. Bayern berhasil mempecundangi wakil Inggris, Arsenal dengan agregat 10-2 sementara Madrid sukses menghajar wakil Italia, Napoli dengan agregat 6-2. Untuk itu ada ekspektasi yang besar pada pertandingan yang digelar di markas Bayern pada hari Kamis nanti.
Pertemuan ini merupakan kali kedua Bayern dan Madrid bertemu musim ini. Sebelumnya kedua tim ini bertemu di ajang turnamen pra musim bertajuk ICC 2016, di mana anak asuh Zinedine Zidane itu berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Pertemuan terakhir kedua tim di ajang Liga Champions terjadi pada tiga tahun yang lalu. Kubu Los Blancos punya memori yang indah dalam kunjungan terakhir mereka ke markas Bayern tersebut, di mana mereka mempermalukan Die Rotten dengan skor 0-4. Untuk itu Bayern akan mengusung misi balas dendam dalam pertandingan ini.
Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu dalam pertandingan leg pertama nanti adalah duel antara guru dan murid, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Seperti yang sudah diketahui Zidane merupakan salah satu asisten Ancelotti saat ia masih menangani Real Madrid. Ini adalah kali pertama Ancelotti menghadapi Real Madrid di laga kompetitif semenjak ia dipecat dua tahun yang lalu, sehingga laga ini akan menjadi laga pembuktian bagi Ancelotti bahwa Madrid salah memecatnya.
Performa kedua tim bisa dikatakan berada dalam level yang tinggi jelang laga ini. Bayern Munchen tengah berada dalam level kepercayaan diri yang tinggi setelah mereka memenangkan partai Der Klasiker setelah mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 4-1. Sementara itu tim tamu juga belum terkalahkan di lima pertandingan terakhir mereka, di mana pada akhir pekan mereka ditahan imbang dalam partai Derby Madrid. Untuk itu kedua tim berada dalam kondisi terbaiknya untuk melakoni partai seru ini.
Jelang laga ini Carlo Ancelotti dipastikan tidak bisa memainkan Mats Hummels karena yang bersangkutan mengalami cedera. Douglas Costa dan Thomas Muller juga diragukan untuk tampil pada laga ini karena kondisi mereka belum pulih benar dari cedera.
Ancelotti dipreidksi akan memainkan skema 4-2-3-1 pada laga ini, di mana Robert Lewandowski akan diplot sebagai striker tunggal pada laga ini. Posisi Muller dan Costa kemungkinan akan digantikan oleh Arjen Robben dan Franck Ribery, sementara Thiago Alcantara akan mengambil posisi gelandang serang. Absennya Mats Hummels membuat Ancelotti kemungkinan akan memplot Javi Martinez sebagai bek tengah bersama Jerome Boateng untuk mengawal Manuel Neuer di bawah mistar gawang Bayern.
Di kubu tim tamu, Zinedine Zidane datang ke Munchen dengan membawa masalah cedera, khususnya di sektor pertahanan. Tercatat Raphael Varane, Pepe, dan Fabio Coentrao dipastikan harus absen pada laga ini karena mengalami cedera.
Zidane sendiri masih akan memainkan skema 4-3-3 pada laga ini, di mana trisula maut Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale akan diturunkan sebagai starter pada laga ini. Di lini tengah Zidane akan memainkan trio Luka Modric, Casemiro dan Toni Kroos untuk mengatur aliran bola El Real, sementara Nacho Fernandez akan mengisi posisi parter Sergio Ramos di jantung pertahanan Madrid.
Perkiraan Susunan Pemain Bayern Munchen (4-2-3-1): Neuer; Alaba, Boateng, Martinez, Lahm; Vidal, Alonso; Ribery, Alcantara, Robben; Lewandowski
Real Madrid (4-3-3): Navas; Marcelo, Nacho, Ramos, Carvajal; Modric, Casemiro, Kroos; Ronaldo, Benzema, Bale
Statistik Kedua Tim Head to Head 04/08/16 Bayern München 0 – 1 Real Madrid (ICC) 06/08/15 Bayern München 1 – 0 Real Madrid (AUC) 30/04/14 Bayern München 0 – 4 Real Madrid (UCL) 24/04/14 Real Madrid 1 – 0 Bayern München (UCL) 26/04/12 Real Madrid 2 – 1 P Bayern München (UCL)
Lima Pertandingan Terakhir Bayern Munchen (M-M-M-K-M) 11/03/17 Bayern München 3 – 0 Eintracht Frankfurt (BUN) 19/03/17 Borussia M’gladnach 0 – 1 Bayern München (BUN) 01/04/17 Bayern München 6 – 0 Augsburg (BUN) 05/04/17 Hoffenheim 1 – 0 Bayern München (BUN) 08/04/17 Bayern München 4 – 1 Borussia Dortmund (BUN)
Lima Pertandingan Terakhir Real Madrid (M-M-M-M-S) 13/03/17 Real Madrid 2 – 1 Real Betis (La Liga) 18/03/17 Athletic Bilbao 1 – 2 Real Madrid (La Liga) 02/04/17 Real Madrid 3 – 0 Deportivo Alavés (La Liga) 06/04/17 Leganés 2 – 4 Real Madrid (La Liga) 08/04/17 Real Madrid 1 – 1 Atlético Madrid (La Liga)
Prediksi Skor Pertandingan leg pertama ini akan menjadi laga yang krusial bagi kedua tim. Pasalnya jika mereka kalah di leg pertama nanti, mereka punya pr yang berat untuk membalikkan kedudukan di leg kedua sehingga kedua tim akan berusaha keras untuk mengamankan kemenangan di leg pertama ini.
Kondisi kedua tim jelang laga ini sebenarnya nyaris sama, di mana kedua tim sama-sama tampil apik di Liga Domestik masing-masing. Namun badai cedera yang mengenai sektor pertahanan Real Madrid akan menjadi problem tersendiri bagi tim tamu, mengingat Bayern Munchen merupakan salah satu tim yang memiliki lini serang mematikan di Eropa musim ini. Ditinjau dari faktor moral, Bayern lebih percaya diri jelang laga ini, mengingat mereka berhasil memenangkan Der Klasiker dengan skor telak, sementara Madrid hanya menahan imbang Atletico Madrid di Derby Madrid akhir pekan kemarin.
prediksi laga ini akan menjadi milik tim tuan rumah Bayern Munchen dengan skor akhir 2-1.
Kehebatan Pele sebagai pesepak bola tak bisa diragukan lagi. Ia dikenal sebagai penyerang dengan statistik gol yang luar biasa. Meski tak pernah berkarier di luar Amerika, ia tetap dianggap sebagai legenda dalam sejarah sepak bola.
Santos menjadi klub yang paling menikmati servis terbaik Pele. Tercatat, pria kelahiran 23 Oktober 1940 itu memperkuat Santos pada 1956-1974. Total, 25 gelar dinikmati Pele bersama Santos. Kariernya semakin bersinar dengan torehannya bersama timnas Brasil.
Ia adalah sosok utama di balik kesuksesan Brasil memenangkan Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970. Jika ditotal secara keseluruhan antara kiprahnya bersama Santos dan Brasil, Pele sudah mengemas 1.279 gol dalam 1.363 laga sepanjang kariernya.
1959 menjadi tahun paling produktif bagi Pele. Kala itu, ia sanggup mencetak hingga 126 gol. Sayang, kariernya tak dilengkapi dengan petualangan di Eropa. Usai meninggalkan Santos, ia malah pergi ke New York Cosmos.
Namun, Pele bukan satu-satunya pemain yang bisa mencetak lebih dari 1.000 gol di sepanjang kariernya, termasuk laga uji coba. Seperti dilansir Sokkaa, ternyata ada empat pemain lain yang juga mampu mencapai angka tersebut. Berikut adalah daftarnya:
4. Franz Binder
Tak diragukan lagi, Binder adalah pesepak bola asal Austria terbaik sepanjang masa. Sayang, ia sempat menciptakan kontroversial ketika memutuskan pindah kewarganegaraan. Setelah membela timnas Austria pada 1933-1949, ia memperkuat Jerman pada 1939-1941. Meski begitu, tetap banyak pihak yang memuji kehebatannya sebagai seorang striker. Ia tampil untuk banyak klub, termasuk PSV Eindhoven selama 19 tahun, yakni pada 1930-1949. Saat masih aktif, persentase golnya mencapai lebih dari satu gol per laga.
Tak heran jika ia sukses mengoleksi 1.006 gol hanya dari 756 pertandingan. Hingga kini, namanya dijadikan sebagai panutan bagi pemain-pemain muda Austria.
3. Arthur Friedenreich
Talenta-talenta memukau Brasil sudah muncul sejak jauh dari era Pele. Sebelum Pele, nama Friedenreich menjadi pesepak bola Brasil yang cukup dikenal. Apalagi, ia juga memiliki perjalanan karier yang luar biasa.
Lahir di Sao Paolo, Friedenreich menjadi pemain profesional pertama berdarah Afrika-Brasil. Saat itu, sepak bola tengah didominasi orang kulit putih. Sedangkan orang dengan kulit hitam justru tidak diterima. Karenanya, berulang kali Friedenreich menerima banyak perlakuan rasisme. Namun, hal itu tak menghalangi kehebatannya di atas lapangan. Tercatat, 26 tahun karier profesionalnya dilewati dengan meleakkan 1.329 gol.
Sayang, kariernya bersama timnas Brasil tak semulus Pele. Bahkan, ia tak dibawa timnas Brasil untuk Piala Dunia 1930. Penyebabnya adalah kesalahpahaman antara Liga Sepak Bola Rio de Janeiro dan Sao Paolo.
2. Gerd Muller
Tak hanya Brasil, Jerman pun menjadi salah satu negara yang kerap melahirkan penyerang-penyerang berbakat. Salah satu nama yang paling dikenal adalah Muller. Ia adalah salah satu pencetak gol terhebat sepanjang masa. Di level klub, ada tiga tim yang pernah diperkuatnya, yakni TSV 1861 Nordlingen, Bayern Muenchen, dan For Lauderdale Strikers. Era keemasannya tentu didapat bersama Muenchen di mana ia memenangkan empat gelar Bundesliga dan tiga Piala Eropa (sekarang Liga Champions).
Jika ditotal sepanjang karier pada 1962-1983, pria kelahiran 3 November 1945 itu telah mengoleksi 1.461 gol. Namanya pun akan terus dikenang karena ia adalah sosok yang mempersembahkan gelar Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974 buat Jerman.
1. Josef Bican
Bican adalah sosok yang menempati urutan teratas dalam daftar ini. Seperti Binder, Bican juga menjadi pesepak bola yang membanggakan Austria. Dikutup dari Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation (RSSSF), Bican mencetak sekitar 800 gol hanya di laga resmi. Jika dihitung dengan laga uji coba, diperkirakan torehan Bican sudah mencapai 1.468 gol. Hal itu cukup normal jika mengingat perjalanan karier yang telah dilewati pria berdarah Austria-Hungaria tersebut.
Ia menjadi pemain profesional selama 27 tahun dan memperkuat delapan klub berbeda. Bahkan, ia juga tampil dengan tiga timnas berbeda, yakni Austria, Ceko, dan Bohemia and Moravia. Bican memiliki keunggulan dengan kedua kakinya dan kecepatannya. Ia mampu berlari 100 meter hanya dalam 10,8 detik.
Niatan Indonesia untuk jadi tuan rumah Piala Asia U-19 edisi 2018 segera menjadi kenyataan. Sebab, pihak AFC sudah memberikan lampu hijau untuk menggelar turnamen itu di Tanah Air.
Indonesia sebelumnya sudah mendapat informasi bahwa Piala Asia U-19 tahun 2018 bisa digelar di Tanah Air setelah PSSI melakukan pertemuan dengan Presiden AFC, Sheikh Salman Al-Khalifa pada bulan Februari lalu. Namun, saat itu masih ada beberapa hal yang harus dibereskan sebelum turnamen itu benar-benar bisa digelar di Tanah Air.
Namun kini Indonesia sudah 99,99 persen akan bisa menggelar turnamen bergengsi tersebut. Kepastian itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ade Wellington.
“Ini hasil pendekatan kami dalam pertemuan yang diikuti seluruh sekjen dari anggota AFC di Kuala Lumpur, kemarin. Bisa dikatakan sudah 99,99 persen secara lisan kita jadi tuan rumah. Sisa persentasenya hanya tinggal tunggu tanda tangan saja,” ujar Ade.
Salah satu syarat agar Indonesia bisa menggelar laga tersebut adalah adanya stadion berstandar internasional. Syarat tersebut bisa dipenuhi dan bahkan ada empat stadion sekaligus yang diajukan oleh PSSI untuk bisa menggelar turnamen tersebut.
Keempat stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), dan Stadion Si Jalak Harupat. Menurut Ade, keempat stadion itu telah diinspeksi dan diverifikasi langsung oleh AFC.
PSSI sendiri memiliki alasan mengapa mereka berharap turnamen itu bisa digelar di tanah air. Mereka berharap hal itu bisa membantu tim nasional U-19 masuk posisi empat besar dan otomatis bisa ikut bermain di ajang Piala Dunia U-20.
Legenda Manchester United Bryan Robson mendukung gelandang Paul Pogba untuk menjadi kapten MU di masa yang akan datang. Robson melihat Pogba memiliki kemampuan menjadi pemimpin di atas lapangan.
Jabatan kapten MU saat ini dipegang oleh Wayne Rooney. Eks pemain Everton itu memegang ban kapten MU sejak Nemanja Vidic pergi ke Inter Milan tahun 2014 lalu.
Namun masa depan pemain nasional Inggris itu di MU kini tak menentu. Rooney konon sudah tidak betah bersama The Red Devils karena tak lagi jadi pilihan utama manajer Jose Mourinho.
Besar kemungkinan Rooney akan pergi dari Old Trafford musim panas nanti. Rooney sedang diincar beberapa klub kaya Tiongkok.
Jika Rooney pergi, Mourinho harus mencari sosok yang tepat sebagai kapten baru MU. Robson menyarankan Mourinho menunjuk Pogba untuk menggantikan Rooney sebagai kapten MU.
“Mourinho yang akan membuat keputusan mengenai siapa yang menjadi kapten. Tapi begitu Paul Pogba nyaman di klub ini lagi, terbiasa dengan Liga Premier lagi, sepanjang dia terus membaik, saya pikir dia layak menjadi kapten,” tutur Robson seperti diberitakan Sportsmole.
“Saya pikir Paul bekerja sangat keras di permainannya. Saya pikir dia ingin menjadi salah satu yang terbaik, jika tidak gelandang terbaik di dunia, jadi dia akan terus bekerja keras, terus meningkat dan menjadi pemain yang paling bersinar bagi MU,” tegas Robson.
Arsenal mengklarifikasi soal kemunculan gambar tak pantas di akun resmi Twitter mereka.
Netizen sempat heboh lantaran adanya gambar porno di Twitter Arsenal. Cuitan tersebut muncul pada Jumat (7/4/2017).
Beberapa saat kemudian, gambar wanita tak seronok di Twitter The Gunners menghilang lantaran dihapus oleh sang admin. Namun, kicauan itu sudah terlanjur tersebar.
“Ini gambar sesi latihan Arsenal di Jerman. Kami akan menyajikan galeri untuk Anda hari ini,” demikian bunyi tweet Arsenal yang disertai gambar porno.
Kubu Arsenal langsung angkat bicara. Mereka menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah ulah seorang hacker alias pembajak.
“Akun kami telah dibajak dan dengan cepat disadari. Kami telah mengambil langkah yang diperlukan,” demikian pernyataan dari pihak Meriam London.
Masalah seakan enggan berhenti menghampiri Arsenal. Selain harus menghadapi problem di luar lapangan, mereka juga masih jatuh bangun dalam mencari prestasi di dalam arena.
Skuat asuhan Arsene Wenger sudah kehilangan dua trofi pada musim 2016-2017, yakni Liga Champions dan Piala Liga. Kompetisi yang disebut terakhir telah memunculkan Manchester United sebagai pemenang.
Sementara itu, di klasemen, Arsenal juga kesulitan menggapai posisi empat besar atau zona Liga Champions. Mereka tertahan di tangga kelima dengan perolehan 54 poin dari 29 laga.
Peluang terbesar Arsenal untuk menghasilkan gelar pada musim ini adalah Piala FA. Theo Walcott dkk akan menghadapi Manchester City pada semifinal.
Penjaga gawang Arsenal, David Ospina akhirnya buka suara mengenai teka-teki masa depannya di Emirates Stadium. Kiper Timnas Kolombia tersebut mengonfirmasi bahwa ia akan pindah ke Fenerbahce pada musim panas nanti.
Ospina sendiri bergabung dengan Arsenal pada tahun 2014 silam. Namun ia harus puas hanya menjadi pelapis Petr Cech, di mana ia tercatat hanya bermain sebanyak 24 kali di Premier League selama tiga tahun terakhir.
Beberapa minggu terakhir, Ospina kerap digosipkan akan hengkang dari Arsenal. Ia disebut akan bergabung dengan klub asal Turki Fenerbahce pada musim panas nanti.
Ketika dimintai konfirmasi mengenai isu tersebut, Ospina membenarkan bahwa ia kemungkinan besar akan hengkang dari Arsenal pada musim panas nanti. “Instanbul mungkin akan menjadi petualangan dan motivasi baru bagi saya,” tutur Ospina kepada media Turki, Milliyet.
“Jika klub saya [Arsenal] sepakat dengan penawaran mereka, maka tidak masalah bagi saya untuk pindah pada musim panas nanti.” tutup mantan penjaga gawang Nice tersebut.
Kubu Fenerbahce sendiri kabarnya tengah menyusun proposal pembelian Ospina dalam waktu dekat. Kabarnya mereka akan memberikan Arsenal uang sejumlah 6 Juta Pounds untuk transfer Kiper 28 tahun tersebut.
No comments:
Post a Comment