Manajer Chelsea, Antonio Conte, menegaskan bahwa persaingan memenangkan gelar juara Premier League musim ini masih terbuka lebar meski mereka duduk cukup nyaman di puncak klasemen.
Saat ini, Chelsea berada di peringkat pertama dengan koleksi 49 poin dari 19 pertandingan. Mereka unggul lima poin dari Liverpool yang ada di peringkat kedua.
Adam Lallana cs sendiri sudah bermain sebanyak 20 kali. Jika di pertandingan berikutnya, yakni lawan Tottenha, Chelsea bisa menang maka jarak mereka dengan Liverpool melebar menjadi delapan poin.
Meski kini mereka duduk cukup nyaman di puncak klasemen, Conte tak menganggap Eden Hazard cs pasti bakal juara musim ini. Ia menyebut persaingan merebut mahkota juara EPL masih terbuka lebar.
“Pertama-tama kami harus menang, dan menang melawan Tottenham tidak mudah. Jika setelah pertandingan kami memiliki selisih delapan poin, kami akan senang,” ujar Conte seperti dilansir Sportsmole.
“Jika Anda melihat papan klasemen, kami hanya unggul lima poin lebih banyak dari tim di tempat kedua yakni Liverpool dan tujuh poin dari Manchester City. Liga ini terbuka. Ini hanya pertandingan pertama paruh kedua musim ini,” seru tactician asal Italia tersebut.
“Liga ini sangat sulit. Dalam setiap pertandingan Anda dapat kehilangan poin. Dalam hal ini penting untuk tetap fokus di setiap pertandingan, entah apakah saat Anda bermain lawan Tottenham atau di laga lainnya,” tegasnya.
Naturalisasi pemain sepak bola memang bukanlah barang haram. Negara-negara Eropa bahkan banyak yang sudah menggunakan pemain naturalisasi. Misalnya Spanyol yang menaturalisasi penyerang Diego Costa dari Brasil karena memiliki darah negeri matador itu.
Di Indonesia sendiri, naturalisasi mulai digalakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia pada 2010. Cristian Gonzales menjadi proyek pertama pemain naturalisasi di tanah air. Setelah itu, tercatat setidaknya 9 pemain mengikuti jejak Gonzales.
Naasnya, proyek naturalisasi tak selalu berhasil. Banyak yang diantaranya justru melempem permainannya hingga akhirnya terdepak dari tim nasional bahkan terdepak dari tim di Liga Indonesia. Berikut daftar pemain naturalisasi dan kiprahnya kini di sepak bola Indonesia.
1. Cristian Gonzales
Kiprah Gonzales di sepak bola tanah air bisa dibilang sangat mentereng. Dia pernah 4 kali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia bersama Persik Kediri, Persib Bandung, serta dua kali bersama Arema Cronus.
Mendapat naturalisasi pada 2010, pemain asal Uruguay ini mampu memberikan harapan pada suporter tim nasional Indonesia. Kiprahnya bersama tim garuda di Piala AFF 2010 sangat baik. Dia berhasil membawa tim garuda menembus partai final setelah mencetak 2 gol kemenangan Indonesia di dua laga semi final melawan Filipina.
Sayangnya, Gonzales cs harus menyerah pada Malaysia pada partai puncak. Kemenangan 2-1 pada laga kedua di Stadion Gerlora Bung Karno tak mampu membawa tim garuda meraih gelar perdana di ajang AFF karena kalah 3-0 pada laga pertama di Malaysia.
Karirnya di tim nasional Indonesia kini meredup karena usianya yang tak lagi muda. Pria berusia 40 tahun ini tak menjadi pilihan Alfred Riedl di ajang Piala AFF 2016.
2. Irfan Bachdim
Memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Noval Bachdim, Irfan mendapat naturalisasi pada 2010. Dia memilih melepaskan status kewarganegaraan Belanda yang didapatkannya dari darah sang ibu, Hester van Dijk, dan membela tim nasional Indonesia.
Pemilik nama panjang Irfan Haarys Bachdim itu, langsung mendapatkan perhatian karena mencetak gol pada laga debutnya bersama tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2010. Irfan mencetak 1 dari 5 gol Indonesia saat membenamkan Malaysia pada fase Grup. Duetnya bersama Cristian Gonzales sempat membuat suporter tim garuda optimis bahwa Indonesia akan meraih gelar perdana Piala AFF.
Namun keberuntungan belum berpihak bagi suami dari Jeniffer Kurniawan itu. Pada laga kedua melawan Laos Irfan mengalami cedera yang membuat dia absen pada sisa kejuaraan itu.
Setelah Piala AFF 2010, Bachdim memutuskan hijrah ke Indonesia untuk bermain bersama Persema Malang. Namun karirnya di klub kota Apel itu tak berjalan mulus. Permainannya juga tak berkembang bahkan cenderung menurun ketimbang saat dia berkarir di Belanda.
Tiga tahun di Persema, Bachdim loncat ke klub Thailand, Chonburi FC. Di sana dia menghabiskan satu musim sebelum terbang ke Jepang untuk bermain bersama Ventforet Kofu. Hingga kini, dia bermain di Jepang namun untuk klub Consadole Sapporo.
Sepanjang karirnya, pria 28 tahun ini tercatat telah telah mencetak 10 gol bagi tim nasional Indonesia dalam 29 laga. Bersama Gonzales, dia tercatat sebagai salah satu pemain naturalisasi paling sukses.
3. Kim Jeffrey Kurniawan
Kim Jeffrey Kurniawan juga merupakan pemain naturalisasi yang sebenarnya disiapkan PSSI untuk ajang Piala AFF 2010. Namun proses pemberkasan yang lamban membuat dia gagal tampil bersama Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales pada ajang itu.
Karir Kim di sepak bola Indonesia dimulai ketika dia bergabung bersama Persema Malang pada 2011 lalu. Dua musim di sana, Kim lalu hijrah ke Pelita Bandung Raya dan mengarungi tiga musim. Kini Kim bermain untuk Persib Bandung.
Di tim nasional, Kim baru mendapat kesempatan membela tim garuda pada laga persahabatan melawan Myanmar, 30 Maret 2015 lalu. Permainannya yang dinilai tak terlalu spesial bahkan membuat dia tak banyak mendapat panggilan ke tim nasional. Dia tercatat baru 2 kali berkostum merah putih.
Adik ipar Irfan Bachdim itu lebih terkenal karena film. Ya, parasnya yang lumayan ganteng membuat Kim sudah membintangi 2 judul film, Tendangan dari Langit dan Aku Cinta Kamu.
4. Diego Michiels
Lahir dari pasangan Indonesia-Belanda, Robbie Michiels dan Annet Kloppenberg, Diego menjadi WNI pada Maret 2011. Saat itu usianya baru menginjak 21 tahun.
Dia hijrah dari Belanda untuk bermain bersama tim Pelita Jaya Jawa Barat dan langsung memperkuat tim nasional Indonesia yang berlaga di South East Asia Games 2011 di Palembang.
Karir Michiels di lapangan hijau tak terlalu mentereng. Dia justru lebih terkenal karena memacari sejumlah artis seperti Julia Perez dan Nikita Willy. Wataknya yang tempramental juga membuat dia pernah merasakan dinginnya tembok penjara. Dia ditangkap polisi karena menganiaya seorang pengunjung klub malam.
November tahun lalu Michiels kembali berhubungan dengan hukum. Dia menganiaya manajer sebuah klub malam di Samarinda, Haryanto. Penganiayaan itu terjadi setelah Pusamania Borneo FC memecatnya karena ulahnya menendang pemain Semen Padang pada ajang Indonesia Soccer Championship.
5. Tonny Cusell
Tonny Harry Cusell Lilipaly juga merupakan proyek naturalisasi asal Belanda. Mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2012 lalu, pria yang kini berusia 33 tahun itu hanya sebentar mewarnai sepak bola Indonesia.
Tonny hanya pernah bermain di Barito Putera pada musim 2014-2015 sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Belanda. Keberadaannya di tim nasional pun tercatat hanya sepanjang ajang Piala AFF 2012 dimana Indonesia terhenti pada babak grup. Kini Tonny dikabarkan bermain untuk tim amatri negeri kincir angin.
6. Stefano Lilipaly
Sepupu dari Tonny Cusell ini mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2011, namun baru membela tim nasional Indonesia pada 2013. Laga debut di tim nasional Indonesia melawan Filipina pada laga persahabatan dilalui Lilipaly dengan cukup baik. Dia mencetak 1 assist yang membuat Indonesia menang 2-0 kala itu.
Sempat bermain untuk Persija Jakarta pada 2015, Lilipaly kembali ke Belanda setelah Liga Indonesia terhenti karena pembekuan PSSI oleh pemerintah. Kini dia bermain di klub divisi dua Belanda, Telstar.
Lilipaly bisa disebut sebagai idola baru suporter tim garuda. Performanya bersama tim nasional Indonesia pada ajang Piala AFF 2016 lalu cukup meyakinkan. Lilipaly diperkirakan masih akan bisa memperkuat skuad merah putih hingga beberapa tahun ke depan mengingat usianya kini baru 26 tahun.
7. Jhonny van Beukering.
Keputusan PSSI untuk memberikan naturalisasi kepada Jhonny van Beukering menuai kontroversi. Mendapat kewarganegaraan pada Oktober 2011, Jhonny dinilai banyak pihak tak akan berkontribusi banyak pada tim nasional Indonesia. Tubuhnya yang gempal dan kondisi fisiknya yang tka fit membuat pemain ini justru menjadi cemoohan suporter tim garuda.
Benar saja, karirnya di tim nasional Indonesia hanya sebatas pada Piala AFF 2012. Indonesia tumbang pada fase grup dan karir Beukering bersama Pelita Jaya FC pun tumbang. Sempat kembali ke Belanda, kini nasib Beukering bak ditelan bumi.
8. Raphael Maitimo
Sama seperti van Beukering dan Tonny Cusell, Maitimo dianggap sebagai salah satu proyek gagal naturalisasi pemain. Dia menjalani debutnya pada ajang Piala AFF 2012 dimana Indonesia gagal total.
Sejak saat itu, dia tercatat sudah 19 kali membela Indonesia namun baru menyumbangkan 4 gol, sebuah catatan yang minim untuk seorang penyerang.
Di dunia persepakbolaan Indonesia, karir permain berdarah Padang itu juga tak bisa dibilang cemerlang. Meskipun sempat membela sejumlah tim elite seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, torehan gol Maitimo terbilang sangat sedikit. Musim ini dia bermain untuk Arema Cronus dan hanya mencetak 2 gol dalam 30 laga.
9. Greg Nwokolo
Sama seperti Cristian Gonzales, Nwokolo mendapatkan naturalisasi karena sudah lama berkiprah di sepak bola Indonesia. Pemain berusia 31 tahun ini sudah mengenal sepak bola Indonesia sejak 2004 ketika bergabung bersama Sriwijaya FC.
Dia dikenal sebagai ujung tombak yang tajam sehingga mampu memikat tim-tim elit Indonesia seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, hingga Persebaya Surabaya.
Greg mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Oktober 2011, namun baru memperkuat tim nasional pada 2013 pada ajang kualifikasi Piala AFC 2015. Torehan golnya di tim nasional yang tak sederas di liga membuat pelatih-pelatih tim garuda tak melirik Greg. Pria asal Nigeria itu pun tercatat baru 6 kali membela Indonesia.
10. Victor Igbonefo
Pemain asal Nigeria ini juga menjalani proses naturalisasi karena kiprahnya yang telah lama di dunia sepak bola Indonesia. Lima tahun membela Persipura Jayapura, bek yang terkenal tak mau kompromi ini mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 2010.
Tetapi kesempatan baginya bermain untuk tim nasional Indonesia baru terjadi pada 2013 lalu. Pemain berusia 31 tahun ini sebenarnya mendapat panggilan untuk bermain pada Piala AFF 2016 lalu, namun Igbonefo yang kini merumput di Thailand tak memenuhi panggilan itu tanpa alasan yang jelas.
Julian Draxler telah resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain dari Wolfsburg, umum klub Liga Prancis itu dalam laman Sky Sports.
Liverpool dan Arsenal juga meminati Draxler, namun pemain berusia 23 tahun itu memilih menandatangani kontrak empat setengah tahun di klub juara bertahan Liga Utama Prancis tersebut.
Wolfsburg sendiri sudah memastikan bahwa pemain depan Jerman itu akang hengkang begitu rampung tes kesehatan. Draxler mengaku senang bergabung tim yang terus menjadi calon juara itu.
“Adalah senang luar biasa dan sudah lama dinantikan saya bergabung dengan Paris Saint-Germain,” kata Draxler dalam laman resmi PSG.
“Untuk pertama kali dalam karir saya, saya akan bertualang di sebuah negara baru, sebuah liga baru. dan saya bangga sekali mengayunkan langkah baru ke klub yang telah menjadi salah satu patokan di Eropa yang telah mendatangkan banyak pemain hebat tahun-tahun belakangan ini.”
“Saya akan berbuat apa saja untuk membantu PSG memenangkan trofi-trofi baru dan terus tumbuh secara internasional,” kata Draxler.
Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi juga menyambut baik kesepakatan ini yang disebutnya sebagai pertanda terus membesarnya kekuatan klub ini dalam kancah sepak bola dan terus menarik perhatian para pemain bertalenta hebat.
Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan ada lagi pesepakbola Eropa yang bakal memperkuat klub Liga China usai batal gabung Juventus.
Gelandang Internasional Belgia, Axel Witsel kini tengah dikabarkan tengah dijajaki oleh klub asal Negri Tirai Bambu tersebut.
Sejatinya, Witsel sudah dari musim panas lalu terus dihubung-hubungkan dengan Juventus usai klub yang bermarkas di kota Turin tersebut berniat untuk memboyongnya.
Kabar yang beredar menyebutkan Juve memiliki niat untuk mendatangkannya kembali pada jendela transfer bulan Januari ini, Adanya pernyataan dari kubu Juve dan Witsel memperkuat semua itu.
Akan tetapi, Tetap ada kemungkinan potensi Juve untuk memboyong Witsel lantaran saat ini muncul kabar bahwa akan ada klub kaya raya asal China yang berniat mendatangkannya.
Klub tersebut adalah Tianjin Quanjian yang baru saja promosi di Liga Super China, Dan klub tersebut saat ini dibesut oleh Fabio Cannavaro.
Quanjian malah bersedia menggelontoran dana sebesar 18 juta euro per musimnya untuk sang pemain.
Tentu merupakan penawaran yang kini membuat Witsel menjadi bimbang untuk memilih antara Juve atau Quanjian yang menjanjikan finansial lebih mapan.
Manajer Arsenal Arsene Wenger menganggap Chelsea dan Tottenham Hotspur diuntungkan pada jadwal pekan ke-20 Premier League. Menurut Wenger, kedua tim itu mendapatkan waktu istirahat lebih banyak ketimbang tim lain.
“Dalam 20 tahun karier saya, ini menjadi periode Natal yang tidak adil. Perbedaan waktu istirahat (antartim) benar-benar sulit dipercaya,” ujar Wenger.
Arsenal mendapatkan waktu istirahat dua hari dari laga melawan Crystal Palace pada Minggu (1/1/2017) hingga partai melawan AFC Bournemouth pada Selasa (3/1/2017). Tim besar lain yang juga hanya memiliki waktu beristirahat minim adalah Manchester City, Liverpool, dan Manchester United.
Sementara itu, Chelsea mempunyai waktu istirahat empat hari dari laga melawan Stoke City pada Sabtu (31/12/2016) hingga menjalani pertandingan kontra Tottenham Hotspur pada Rabu (4/1/2017). Adapun Tottenham Hotspur terakhir kali bertanding saat menang 4-1 atas Watford pada Minggu (1/1/2017).
“Jujur saja, saya tidak tahu lagi jika Premier League merupakan ahli membuat jadwal. Sebab, kami menjual hak siar cukup besar dan harus menerima jadwal dari pihak televisi,” kata Wenger.
“Namun, saya harus mengatakan beberapa tim sedikit diuntungkan dari jadwal ini. Kami cukup bangga bisa melalui dua pertandingan ketat, mendapatkan banyak uang dan menjadi bagian kompetisi ini. Kadang jadwal memihak kami, kadang juga sebaliknya,” lanjut Wenger.
Persaingan Premier League pada musim ini berlangsung ketat. Chelsea memimpin klasemen dengan 49 poin dari 19 laga. Adapun Liverpool yang berada di urutan kedua hanya berselisih lima poin dari Manchester United yang menempati peringkat keenam Premier League.
No comments:
Post a Comment