Kontrak Santi Cazorla di Arsenal akan berakhir pada musim panas 2017 mendatang. Tak ada tanda-tanda Arsenal akan memperpanjang kontrak pemain asal Spanyol itu. Selain faktor usia, masalah kebugaran juga jadi pertimbangan The Gunners untuk mempertahankannya.
Nah, untuk mengisi posisi lowong yang ditinggalkan Cazorla, manajer Arsenal Arsene Wenger kabarnya tertarik untuk merekrut gelandang Juventus Miralem Pjanic. Pemain asal Bosnia itu sebenarnya baru bergabung dengan Juventus dari AS Roma pada musim panas 2016 lalu.
Menurut berita yang dilansir The Sun, Pjanic sangat tertarik untuk hijrah ke Emirates. Media Inggris itu bahkan mengklaim bahwa The Gunners dan si pemain sudah hampir mencapai kesepakatan verbal. Kabarnya pula Arsenal menyiapkan penawaran sebesar 28 juta poundsterling untuk transfer si pemain pada musim panas mendatang.
Pjanic kabarnya sudah tak betah lagi di Juventus. Pasalnya dia tidak memainkan peran seperti ketika dia tampil cemerlang bersama AS Roma di musim-musim sebelumnya. Meski dia sudah mencetak lima gol dan lima assist bagi Si Nyonya Tua di semua ajang kompetisi, namun hal itu tidak membuatnya merasa puas.
Jika ditengok ke belakang, Pjanic sebenarnya hampir pernah hijrah ke Emirates Stadium pada musim panas 2011 lalu. Namun kepindahannya ke Arsenal batal lantaran sebuah janji yang dibuat oleh sang ayah.
"Saya mendapatkan banyak tawaran di musim panas 2011 tapi telah memilih Arsenal sebagai tujuan. Saya telah menyetujui semua kesepakatan yang diperlukan," ujar Pjanic kepada Avaz Sport beberapa waktu lalu. "Namun ayah saya ternyata telah melakukan sebuah perjanjian dengan Roma, karena itulah akhirnya saya justru menandatangani kontrak dengan Giallorossi."
Dia bergabung dengan Roma dari klub Lyon dengan nilai transfer 11 juta Euro. Sementara Arsenal waktu menawarkan transfer sebesar 9,5 juta poundsterling.
Real Madrid dikenal sebagai tim bertabur bintang. Sejumlah pemain top dunia pernah diboyong ke Santiago Bernabeu untuk menambah kekuatan tim, meskipun hasilnya tak selalu memuaskan.
Era yang dikenal dengan sebutan “Los Galacticos” ini, dimulai saat Florentino Perez terpilih menjadi presiden baru Real Madrid. Berdasarkan sejumlah referensi, "Los Galacticos" sendiri mengacu pada kebijakan transfer Perez yang mendatangkan para pemain bintang yang identik dengan nilai transfer selangit. "Los Galacticos" pertama diawali dengan kehadiran Luis Figo pada 2000. Kedatangan Figo kala itu sempat mengundang kontroversi karena Madrid memboyong pemain Portugal ini dari seteru abadinya Barcelona. Kemudian, setelah itu Los Blancos merekrut David Beckham pada 2007 dan beberapa nama tenar lainnya
Sukses Real Madrid mendatangkan pemain top dunia, rupanya kembali menggelitik pikiran Perez, yang hingga kini masih menjabat presiden klub. Real Madrid kini tengah mempersiapkan era baru Galacticos.
Skuat asuhan Zinedine Zidane telah menetapkan pandangan mereka pada beberapa nama besar. El Real bakal melakukan transfer besar-besaran pada musim panas 2017 setelah Pengadilan Arbitrasi Olahraga mengurangi sanksi pembelian pemain.
Klub raksasa Spanyol ini, dilarang membeli pemain di salah satu dari dua jendela transfer tahun depan. Tapi, sekarang mereka bisa memboyong pemain di jendela transfer musim panas.
Beberapa waktu lalu tersiar kabar Real Madrid mulai bergerilya pemain.Berikut ada sejumlah pemain yang menjadi incaran Zidane untuk mewujudkan impiannya itu:
1.Pierre-Emerick Aubameyang
Salah satu pemain yang jadi incaran Madrid adalah bintang Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang. Striker berbakat ini digadang-gadang sebagai pengganti potensial Karim Benzema.
Sinyal keinginan untuk pindah sempat diutarakan ibu Aubameyang, yang menyatakan keinginannya pindah ke Santiago Bernabeu. Dan, sang striker juga menambahkan bahwa ia akan mempertimbangkan situasinya di masa depan.
“Ya (saya masih ingin bermain untuk Real), itu janji saya untuk kakek saya,” katanya kepada Bein.
“Saat ini saya merasa sangat baik di Dortmund, tapi di masa depan, kita akan melihat lagi. Real (Madrid) punya hubungan dekat dengan keluarga saya,” katanya.
“Media sudah melakukan terlalu banyak [spekulasi]. Ini adalah mimpi masa kecil. Tapi, seperti yang saya selalu katakan, saya bermain di Dortmund dan saya senang berada di sana dan itu benar-benar baik bagi saya. ”
Pemain berusia 27 tahun telah dalam bentuk gemilang musim ini dan telah mencetak 20 gol di semua kompetisi sejauh ini. Untuk mendapatkan Aubameyang Madrid memang harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Mereka harus menghabiskan lebih dari 80 juta pounds untuk membawa sang pemain ke ibukota Spanyol.
2. Marco Verratti
Madrid juga akan menumbuhkan lagi minat mereka terhadap gelandang Paris Saint Germain Marco Verratti. Pemain asal Italia ini, sebelumnya terus-menerus dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol ini, dan dilaporkan telah berhubungan terus menerus dengan klub sejak tahun lalu.
Kabarnya gelandang Italia ini, sudah putus asa ingin segera pindah ke Los Blancos. Dia sudah lama ber”mimpi” ” pindah ke Madrid, bahkan setelah pelatih sebelumnya Carlo Ancelotti pergi.
Verratti akan menjadi pembelian yang sangat baik untuk klub Spanyol ini, mengingat fakta bahwa James Rodriguez telah mengambil keputusan untuk mencari “padang rumput” lain pada kesempatan berikutnya.
3. Hector BellerĂn
El Real juga dilaporkan berencana untuk membajak pemain yang juga tengah menjadi incaran saingan beratnya Barcelona, Hector Bellerin. Pemain di posisi full-back ini kini bermain di Arsenal.
Pemain jebolan akademi Barcelona ini, sebelumnya mengungkapkan bahwa ia memang pernah diminati Madrid, Manchester United dan Chelsea sebelum bergabung dengan klub London.
Namun, pemain asal Spanyol tersebut, baru-baru ini, mengungkapkan bahwa dia merasa bahagia bersama Arsenal dan hanya berkonsentrasi pada perannya di klub.
“Saya tidak benar-benar mendapatkan informasi tentang penawaran,” kata Bellerin. “Agen saya pekerjaannya adalah hal semacam ini, tapi aku senang menerima minat dari klub besar tersebut. Sebagai pemain, itu benar-benar bagus. Namun, saat ini aku sangat senang berada di Arsenal dan fokus pada tim nasional.”
4. Thibaut Courtois
Kabar teranyar menyebutkan Madrid juga kepincut penampilan kiper Chelsea Thibaut Courtois. Awalnya, incaran utama Madrid sebenarnya adalah mendapatkan kiper Manchester United David de Gea. Namun, karena persoalan non-teknis, Madrid gagal mendapatkannya.
Seperti diungkapkan The Sun, kiper Belgia yang sukses bersama Atletico Madrid itu memang ingin kembali ke Spanyol, meski penampilannya di bawah asuhan Antonio Conte begitu ciamik.
Madrid pun mendengar kabar tersebut dan siap menampung Courtois. Bahkan, Los Blancos siap memberikan tawaran biaya transfer dan gaji besar. Sayang, angkanya tidak diungkapkan.
Musim ini, Courtois tampil 18 kali di Premier League dengan catatan 1,9 saves per pertandingan dan hanya kebobolan 11 kali. Bahkan, The Blues hanya kebobolan dua gol dalam 12 laga terakhir.
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mulai mengukir catatan manis setelah Manchester United menang 2-0 atas West Ham United pada pekan ke-20 Premier League di Olympic Stadium, Senin (2/1/2016) waktu setempat.
Gol-gol Manchester United pada pertandingan tersebut dicetak Juan Mata (63′) dan Zlatan Ibrahimovic (78′). Kemenangan ini membuat mereka berada di urutan keenam klasemen sementara dengan 39 poin.
Manchester United tertinggal satu angka dari Arsenal yang berada di urutan keempat, atau batas akhir zona Liga Champions. Menurut catatan Opta, Manchester United belum terkalahkan dalam 13 laga di semua ajang.
Catatan tersebut merupakan yang terbaik, sejak era Sir Alex Ferguson pada musim 2012-2013. Ketika itu, Manchester United tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan di semua kompetisi.
Performa impresif itu terhenti ketika Manchester United bersua Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions (5/3/2013). Dalam laga tersebut, Wayne Rooney dan kawan-kawan takluk 1-2.
Di sisi lain, Ibrahimovic juga menorehkan pencapaian positif. Golnya ke gawang West Ham United, merupakan gol ke-18 untuk Manchester United di semua kompetisi. Jumlah gol tersebut lebih banyak dari top scorer Manchester United musim lalu, yakni Anthony Martial (17 gol).
Tahun 2017 sudah datang. Sudah tiga hari kita menapaki tahun yang baru. Segenap harapan segala sesuatu yang kita akan hadapi, bisa berjalan baik sesuai rencana sepanjang tahun 2017. Tidak sedikit pula yang memiliki resolusi, ingin jadi lebih baik dari tahun-tahun yang sudah dilewati.
Tahun baru, harapan baru. Begitulah kira-kira optimisme yang diapungkan sebagian dari kita, tidak terkecuali kalangan pencinta sepak bola nasional.
Sebagai kalangan yang memerhatikan perkembangan sepak bola Indonesia, para penggemar tentu berharap bisa melihat sepak bola di Tanah Air juga mengalami perkembangan positif.
Hal yang buruk dikurangi atau bahkan ditinggalkan, mengambil pelajaran dari kesalahan, memperbaiki kekurangan, maupun mempertahankan hal positif yang telah dicapai tahun lalu.
Terpilihnya kepengurusan baru PSSI periode 2016-2020 serta gairah tinggi yang sedang melanda Timnas Indonesia senior menumbuhkan secercah harapan bila di tahun 2017 ini, kondisi sepak bola Indonesia akan lebih baik.
Tata kelola sepak bola nasional, seperti yang didengungkan belakangan ini, diharapkan bisa benar-benar mulai diterapkan. Begitu pula dengan keikutsertaan timnas di berbagai kelompok usia dalam turnamen serta SEA Games 2017 bisa berujung prestasi juara, yang sudah lama diidamkan penggemar Tim Merah-Putih.
Lantas harapan seperti apa saja yang kira-kira diinginkan seluruh pencinta sepak bola Indonesia pada tahun 2017?
1. Kompetisi Berjenjang PSSI diharapkan menyusun kompetisi yang berjenjang mulai 2017. Mulai kasta tertinggi ISL, turun ke bawah Divisi Utama, hingga Liga Nusantara. Hanya, kompetisi dengan jenjang itu ternyata tidak cukup untuk memasok pemain berkualitas dan siap pakai, terutama buat timnas usia muda.
Itulah mengapa PSSI harus menyusun kompetisi hingga level terbawah. Bisa dimulai kompetisi U-15, U-17, hingga U-21. Hal itu karena hampir tiap tahun ada turnamen yang melibatkan timnas kelompok umur, mulai Piala AFF U-16, Piala AFF U-19, hingga SEA Games. Di level AFC juga memiliki turnamen U-16, U-19, hingga U-23.
Dengan makin banyaknya kompetisi, PSSI diharapkan memiliki banyak stok pemain muda yang pada akhirnya bisa berjenjang untuk memasok timnas senior. Selain itu kemampuan dan pengalaman bermain para pemain muda terus terasah.
2. Penegakan Disiplin Selama ini kelemahan PSSI adalah rendahnya tingkat penegakan hukum atau disiplin para pelaku sepak bola itu sendiri. Hal ini tercermin dari masih banyaknya penganiayaan terhadap perangkat pertandingan, munculnya isu suap atau pengaturan skor, hingga ditunggaknya gaji pemain serta pelatih.
Badan yudisial yang dimiliki PSSI ke depan, seharusnya bisa menjadi titik tolak pengelolaan sepak bola yang terpercaya dan adil. Dibutuhkan sanksi yang keras tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang melanggar kode disiplin PSSI.
Jangan sampai ada pemain yang hanya dihukum ringan saat menganiaya wasit. Begitu pula isu pengaturan skor juga harus diusut tuntas, supaya kepercayaan terhadap perangkat pertandingan menjadi tinggi. Klub yang menunggak gaji pemain dan pelatih, juga harus dihukum maksimal dengan diturunkan ke kompetisi bawahnya.
3. Transparan Selama ini laporan keuangan PSSI menjadi salah satu isu panas yang kerap mengemuka. PSSI dituding tidak pernah transparan dalam pengelolaan uang, termasuk saat menerima bantuan dari Pemerintah melalui pos APBN untuk kegiatan tertentu.
Berangkat dengan kepengurusan baru ini, PSSI wajib mengubah stigma tidak transparan menjadi terbuka, jelas, dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Laporan keuangan yang biasanya disampaikan dalam kongres, harus turut dibuka ke publik.
Selain itu tiap kali menerima dana bantuan dari Pemerintah, PSSI wajib melaporkan secara detail pengeluaran yang ada. Dengan demikian masyarakat bisa kembali memiliki kepercayaan terhadap PSSI, terutama dari sisi pengelolaan keuangan.
4. Medali emas SEA Games Pada 2017 ini Timnas Indonesia akan kembali turun di ajang SEA Games. Mulai SEA Games 2017 ini, bukan timnas U-23 yang bermain melainkan timnas U-22.
Pada SEA Games dua tahun lalu di Singapura, Timnas Indonesia U-23 hanya finis di urutan keempat setelah kalah bersaing dengan Thailand yang akhirnya meraih medali emas, Myanmar, dan Vietnam yang masing-masing merebut medali perak dan perunggu.
Alhasil, keinginan meraih medali emas jadi harapan fans Tim Merah-Putih. Apalagi secara khusus, prestasi terakhir di ajang SEA Games terjadi 26 tahun lalu, tepatnya saat SEA Games 1991.
PSSI bukannya tidak mengetahui harapan itu. Induk organisasi sepak bola di Indonesia itu merencanakan pemusatan latihan selama delapan bulan sebagai persiapan timnas U-22 sebelum tampil di SEA Games 2017, mulai 19 Agustus 2017.
5. Timnas kelompok usia berprestasi Dengan belum adanya agenda turnamen resmi yang akan dihadapi timnas senior pada 2017, perhatian pencinta sepak bola Indonesia tertuju pada kiprah timnas kelompok usia.
Setidaknya ada tiga kualifikasi yang bakal dijalani timnas kelompok usia pada 2017, yakni Piala AFC U-23, U-16, dan U-19. Tentu para penggemar Tim Merah-Putih berharap timnas kelompok usia bisa mencatatkan hasil apik dengan lolos ke putaran final.
Pada 2017 AFF juga dipastikan menggelar Piala AFF U-19, diharapkan PSSI mengirimkan skuat ke Myanmar dan lagi-lagi, timnas usia muda bisa pulang dengan membawa gelar juara yang terakhir diraih pada 2013.
6. Timnas Indonesia beruji coba dengan lawan berkelas Tidak adanya agenda resmi yang akan dijalani Timnas Indonesia senior pada 2017 membuat Tim Merah-Putih hanya akan berhadapan dengan lawan di ajang laga persahabatan, ekshibisi, atau sekadar jadi lawan uji coba.
Meski begitu, Timnas Indonesia tetap bisa tampil dan menghibur sekaligus memupus dahaga para penggemar akan aksi-aksi pemain di timnas karena timnas juga membutuhkan poin untuk mengatrol ranking FIFA. Apalagi, bila PSSI bersedia mengundang timnas kelas atas untuk jadi partner dalam laga persahabatan itu.
Sebaliknya, Timnas Indonesia diprediksi juga bisa menerima ajakan untuk jadi lawan uji coba negara-negara sahabat yang membutuhkan pemanasan untuk turnamen resmi mereka ikuti.
7. Tidak ada lagi suporter yang tewas Tahun 2016 bisa dibilang tahun kelam untuk dunia suporter Indonesia. Setidaknya empat penggemar olahraga si kulit bundar di Tanah Air meninggal dunia akibat rivalitas dengan klub lain atau disebabkan hal lain saat memberi dukungan pada tim kesayangan.
Kedewasan suporter jadi harapan yang ingin diwujudkan di tahun 2017 dan tahun-tahun selanjutnya sehingga setiap suporter mendukung tim kesayangan dengan mengedepankan sportivitas dan menunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Chelsea belum lama ini mendapat angin segar dalam usaha mereka untuk mendapatkan pemain Bayern Munchen, Arturo Vidal.
Laporan yang beredar bulan lalu mengatakan bahwa bos Chelsea, Antonio Conte, ingin mendaratkan Vidal ke Stamford Bridge. Pemain Chile kesulitan menunjukkan kemampuannya di Bayern musim ini, usai tidak lagi jadi andalan di era manajer Carlo Ancelotti.
Conte, sementara itu, ingin mendatangkan pemain baru di Januari untuk memperkuat tim inti miliknya, sembari berusaha memenangkan titel juara Premier League.
Dan Vidal belum lama ini memberikan indikasi bahwa ia mungkin akan bermain di Premier League, dengan memberikan like pada postingan seorang fans di Instagram.
Posting tersebut mengatakan bahwa Conte ingin bereuni lagi dengan sang gelandang, yang pernah ia tangani di Juventus. Dan pemain berusia 29 tahun bisa pindah ke London bulan ini, jika memang Bayern memilih untuk menjualnya.
Sementara itu, The Sun mengklaim Chelsea ingin membeli Vidal seharga 34 juta pounds. Sementara Bayern takkan melepas bintangnya dengan nilai kurang dari 40 juta pounds.
Real Madrid, dikabarkan Mirror, Selasa (3/1/2017), siap menggelontorkan dana 50 juta pounds (sekitar Rp 827 miliar) untuk memboyong gelandang Tottenham Hotspur, Dele Alli, ke Santiago Bernabeu.
Dele Alli masih terikat kontrak di White Hart Lane hingga 30 Juni 2022. Pemain berusia 20 tahun tersebut tampil memikat pada musim 2016-2017 setelah menorehkan sembilan gol dan empat assist dari 20 pertandingan di berbagai ajang.
Pada pertengahan Desember 2016, FIFA memutuskan untuk meringankan sanksi larangan melakukan transfer kepada Real Madrid hanya menjadi satu periode. Dengan begitu, rencana Real Madrid merekrut Dele Alli baru bisa terlaksana pada bursa transfer musim panas 2017.
Dele Alli bukan pemain Tottenham Hotspur pertama yang menarik perhatian Real Madrid. Pada 2012, Real Madrid rela menggelontorkan dana 30 juta pounds saat mengamankan jasa Luka Modric, yang saat ini masih berstatus sebagai pemain kunci El Real.
Satu musim berselang, giliran Gareth Bale yang berlabuh ke Santiago Bernabeu. Bahkan, Real Madrid menjadikan bintang asal Wales tersebut sebagai pemain termahal dunia saat itu dengan jumlah biaya transfer yang diperkirakan mencapai 85,3 juta poundsterling.
Dele Alli bergabung dengan Tottenham Hotspur dari Milton Keynes Dons pada 2015. Hingga saat ini, menurut catatan Transfermarkt, Dele Alli telah menorehkan 19 gol dan 15 assist dari 70 pertandingan bersama Spurs di berbagai ajang.
Tottenham Hotspur menghentikan rekor kemenangan beruntun Chelsea di Premier League, Rabu (4/1/2017) atau Kamis dini hari WIB. Duel berakhir 2-0 untuk kemenangan The Spurs, julukan Tottenham. Bagi Chelsea, kekalahan dari The Spurs ini menggagalkan mereka mengikuti jejak Arsenal. Tren kemenangan Chelsea di Premier League pun berakhir di angka 13.
Adalah Alli yang menjadi penyebab kegagalan Chelsea meneruskan catatan positif yang dibangun dalam 101 hari. Dia mencetak dua gol pada pada menit ke-45 dan ke-54.
Gelandang energik itu berhasil memecah kebuntuan pada laga ini lewat tembakan tepat sasaran pertama pada pengujung babak pertama.
Nahas bagi Chelsea, tembakan tepat sasaran pertama pada laga ini justru membuat gawang Thibaut Courtois. Mengungguli Cesar Azpilicueta dan Victor Moses, Alli menyambut umpan silang Christian Eriksen untuk membuka keunggulan Tottenham pada menit ke-45.
Dengan proses gol yang hampir mirip, Alli menggandakan keunggulan Tottenham pada menit ke-54. Alli juga terlihat lebih sigap dalam menyundul bola untuk mencetak gol kedua timnya, dibandingkan Moses dan Azpilicueta.
Sisa waktu coba dimaksimalkan Chelsea untuk memangkas ketinggalan. Para pemain ofensif seperti Michy Batshuayi, Cesc Fabregas, dan Willian dimasukkan Antonio Conte, tetapi belum menuai hasil.
Skor 2-0 pun menutup pertandingan ini. Meski kalah, Chelsea masih memuncaki klasemen berkat koleksi 49 poin dari 20 pertandingan. Mereka mengantongi keunggulan lima angka atas Liverpool.Di sisi lain, tambahan tiga poin mengangkat Tottenham ke peringkat ketiga klasemen. Mereka meraup 42 poin atau unggul selisih gol atas Manchester City.
Tottenham Hotspur 2-0 Chelsea (Delle Ali 45′, 54′)
Inter Milan mendapat angin segar terkait usaha mereka untuk mendapatkan gelandang bertahan Manchester United, Morgan Schneiderlin.
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, yang juga merupakan mantan pelatih Inter Milan, dikabarkan Football Italia, lebih memilih melepas Schneiderlin ke luar Inggris. Hal ini membuat Inter Milan berada di garis terdepan untuk mengamankan jasa pemain asal Prancis tersebut.
Sebelumnya, Schneiderlin menjadi incaran beberapa klub Inggris, yaitu Everton dan West Bromwich Albion. Mourinho sempat mengindikasikan kalau ia sudah menolak penawaran dari West Brom karena harga yang ditawarkan masih terlalu rendah.
Mourinho juga dikabarkan enggan membuka pintu negosiasi dengan Everton, karena klub asuhan Ronald Koeman tersebut dianggap bisa menjegal langkah Manchester United di Premier League.
Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli, memprioritaskan untuk mendatangkan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan pada bursa transfer kali ini. Selain Schneiderlin, Inter Milan juga dikabarkan mengincar John Obi Mikel (Chelsea), Lassana Diarra (Marseille), Milan Badelj (Fiorentina) dan Lucas Leiva (Liverpool).
No comments:
Post a Comment