Di lima liga top Eropa musim ini, hanya ada lima tim yang masih belum sekalipun tersentuh kekalahan. Dari lima tim itu, tiga berasal dari Bundesliga, sedangkan satu dari Premier League dan satunya lagi dari La Liga.
Lima tim yang masih unbeaten itu adalah Bayern Munchen, Leipzig, Hoffenheim, Tottenham Hotspur dan Real Madrid.
Masih unbeaten di 5 liga top Eropa:
Real Madrid – 11 pertandingan, 27 poin (La Liga)
Tottenham – 11 pertandingan, 21 poin (Premier League)
Madrid saat ini memimpin La Liga dengan 27 poin hasil delapan kemenangan dan tiga kali imbang. Sementara itu, Tottenham menempati posisi lima Premier League dengan 21 poin hasil lima kemenangan dan enam kali imbang.
Di Bundesliga, Bayern, Leipzig dan Hoffenheim menguasai tiga besar klasemen sementara setelah sama-sama belum terkalahkan hingga pekan ke-10.
Tidak ada yang unbeaten di Serie A dan Ligue 1 musim ini. Juventus, AS Roma, Lazio dan Fiorentina masing-masing sudah dua kali kalah. Sementara itu, sang pemimpin klasemen Nice di Prancis sudah merasakan kekalahan pertama mereka musim ini saat akhir pekan kemarin ditekuk Caen 0-1.
Peran pemberi assist dalam suatu tim tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun biasanya, nama mereka kalah bersinar dari pengoleksi gol.
Di Liga Primer Inggris, nama pemain yang rajin memberi assist justru bisa bersaing dengan para striker. Meski rata-rata datang dari pemain yang berposisi di lini kedua, mereka juga kerap menciptakan gol. Salah satu contohnya ialah eks winger Manchester United, Ryan Giggs. Pria yang setia membela Manchester United itu mampu menghasilkan 162 assist. Namun, ia juga rajin mencetak gol dengan memberikan 109 gol.
Berikut lima pemain yang mengoleksi assist terbanyak tetapi rajin mencetak gol:
1. Ryan Giggs (Manchester United – 162 assist) Giggs membela United sejak 1990. Berposisi sebagai winger, Giggs sangat agresif bermain di sisi sayap United. Pada era 1990an, Giggs memainkan peran vital dengan rajin memberikan assist. Ketika itu, striker legendaris Eric Cantona seakan sudah paham benar kemana arah bola yang diumpan Giggs. Tak ayal, United era itu sangat disegani. Giggs sudah mengumpulkan 162 assist.
2. Dennis Bergkamp (Arsenal – 94 assist) Arsenal pernah dibela oleh striker bernama Dennis Bergkamp. Pemain asal Belanda itu membela The Gunners sejak 1995 — 2006. Tercatat, Bergkamp mampu mempersembahkan tiga gelar Liga Primer pada 1997 — 1998, 2001 — 2002, dan 2003 — 2004. Ia juga sudah menorehkan 87 gol. Selain itu, ia sudah mengemas 94 assist untuk Tim Meriam London.
3. David Beckham (Manchester United – 80 assist) Siapa yang tidak mengenal David Beckham. Pemain flamboyan asal Inggris itu merupakan sosok penting di balik kesuksesan Manchester United. Tidak berbeda jauh dengan Giggs, Becks kerap tampil menawan dengan assist yang memukau. Tercatat, 11 tahun membela Setan Merah, bapak tiga anak ini sudah mengoleksi 80 assist. Namun, ia juga berhasil mengemas 62 gol sepanjang membela United.
4. Damien Duff (Blackburn Rovers, Chelsea, Newcastle United, dan Fulham – 55 assist) Sepak terjang Damien Duff di Liga Primer Inggris cukup disegani. Ia selalu menjadi winger andalan jika membela suatu klub. Blackburn Rovers, Chelsea, Newcastle United, dan Fulham merupakan empat tim yang pernah menggunakan jasanya. Duff juga aktif memberikan kontribusi melalui assist dan gol. Total, ia mengemas 55 assist di seluruh kariernya di Liga Primer Inggris. Menariknya, jumlah gol yang ia hasilkan juga tidak kalah mentereng. Ya, ia sudah meraih 54 gol. Ia banyak menyumbangkan gol bagi Blackburn (27 gol) dan Chelsea (19 gol).
5. Gareth Barry (Aston Villa, Manchester City, dan Everton – 62 assist) Meski sudah berusia 35 tahun, gelandang Everton Gareth Barry tetap dipercaya menjadi starter. Pengalamannya dalam mengawal lini tengah The Toffees masih diperlukan. Tidak jarang juga, ia tampil sebagai pemecah kebuntuan jika barisan striker Everton membongkar pertahanan lawan. Ya, Barry memang tipe pemain serba bisa. Itu terlihat dari agresivitasnya bersama klub yang dibela. Bersama Aston Villa, ia mengemas 41 gol dalam 365 penampilan. Pun begitu ketika membela Manchester City. Ia juga menyumbangkan enam gol. Kini bersama Everton, ia berpeluang menambah pundi golnya. Total, sudah 52 gol yang ia koleksi di Liga Primer bersama tiga klub. Akan tetapi, raihan gol Barry masih kalah dari jumlah assist-nya yakni 62.
Striker Atletico Madrid Antoine Griezmann membuka kesempatan bergabung ke Manchester United. Griezmann mengaku ingin bermain setim bersama Paul Pogba di level klub.
“Saya selalu menanyakan Paul Pogba mengenai Manchester United. Saya pikir Manchester United merupakan klub hebat yang memiliki sarana dan prasarana memadai,” kata Griezmann.
“Saya juga menanyakan kepada Pogba soal beberapa pemain di sana. Saya ingin tahu bagaimana kehebatan para pemain ataupun Jose Mourinho,” lanjut pemain asal Prancis itu.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Griezmann dikabarkan media-media Eropa menjadi incaran beberapa klub besar, termasuk Manchester United. Namun, pihak Atletico Madrid tak berniat melepas pemain didikan akademi Real Sociedad itu.
“Anda sudah sering mendengar kabar ketertarikan Manchester United maupun Paris Saint-Germain terhadap saya. Namun, saya belum mau menetapkan klub baru sekarang. Meskipun, saya akan sangat senang bila bermain setim dengan Pogba,” tutur Griezmann.
Saat ini, Griezmann masih terikat kontrak bersama Atletico Madrid hingga 30 Juni 2021. Sejak bergabung ke Los Colchoneros, Griezmann telah membukukan 65 gol dari 120 pertandingan di berbagai ajang.
Real Madrid kemungkinan besar akan kehilangan Toni Kroos hingga tahun ini berganti. Namun, Los Blancos ternyata memiliki statistik bagus, meski Kroos tidak bermain.
Sejak pindah ke Real Madrid pada musim panas 2014, Kroos absen dalam 13 pertandingan Los Merengues di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, 12 laga dimenangi Real Madrid dan satu pertandingan lain mengalami kekalahan.
Satu-satunya kekalahan Real Madrid tanpa kehadiran Kroos terjadi saat bertandang ke markas Villarreal, 13 Desember 2015. Kroos yang saat itu duduk di bangku cadangan, harus melihat rekan-rekannya takluk 0-1 melalui gol tunggal Roberto Soldado.
Kini, Kroos mengalami cedera metatarsal yang membuatnya diperkirakan absen selama dua bulan. Pemain internasional Jerman itu cedera ketika Real Madrid menang 3-1 atas Leganes pada pertandingan La Liga Spanyol, Minggu (6/11/2016). Dalam laga tersebut, Kroos bermain selama 90 menit, dan menjadi kreator gol Alvaro Morata pada menit ke-76.
Akibat cedera tersebut, Kroos akan melewatkan sembilan pertandingan yang dijalani Real Madrid sampai akhir 2016. Beberapa pertandingan besar yang dilewatkannya adalah menghadapi Atletico Madrid (20/11/2016), serta partai El Classico melawan Barcelona (3/12/2016) pada ajang La Liga.
“Hidup harus terus berjalan. Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan. Saya akan berusaha kembali secepat mungkin,” tulis Kroos melalui akun Twitter-nya, Selasa (8/11/2016).
Selama berseragam Real Madrid, Kroos sudah tampil dalam 115 pertandingan dan mencetak empat gol di berbagai ajang. Kroos turut serta memberikan tiga gelar bergengsi bagi El Real, yakni Piala Super Eropa 2014, Piala Dunia Antarklub 2014, dan Liga Champions 2015-2016.
Berikut ini adalah hasil laga Real Madrid tanpa Kroos:
La Liga 15/3/2015 – Real Madrid 2-0 Levante 11/4/2015 – Real Madrid 3-0 Eibar 12/9/2015 – Espanyol 0-6 Real Madrid 13/12/2015 – Villarreal 1-0 Real Madrid 5/3/2016 – Real Madrid 7-1 Celta Vigo 13/3/2016 – Las Palmas 1-2 Real Madrid 9/4/2016 – Real Madrid 4-0 Eibard 30/4/2016 – Real Sociedad 0-1 Real Madrid
Copa del Rey 29/10/2014 – UE Cornella 1-4 Real Madrid 2/12/2014 – Real Madrid 5-0 UE Cornella 2/12/2015 – Cadiz 1-3 Real Madrid
Liga Champions 8/12/2015 – Real Madrid 8-0 Malmo FF
Piala Super Eropa 9/8/2016 – Real Madrid 3-2 Sevilla
Kehadiran Pep Guardiola membawa gairah yang sangat besar di kubu Manchester City musim ini. Suporter mereka membayangkan City akan memperagakan sepak bola indah ala tiki-taka yang pernah diperagakan Barcelona dan Bayern Munchen ketika ditangani pelatih asal Spanyol itu.
Pada pekan-pekan awal, Guardiola mampu menjawab keinginan suporter City dengan 10 kemenangan beruntun di semua kompetisi, 6 di antaranya di Liga Primer Inggris. Mereka juga berhasil memuncaki klasemen liga dengan membuka jarak 6 angka dari para pesaingnya hingga pekan keenam itu.
Bulan madu Guardiola dengan City mulai memudar sejak sebulan terakhir. Dimulai dari hasil imbang melawan Celtic, Guardiola membuat rekor terburuk dalam karirnya dengan 6 laga tanpa kemenangan.
Hasil itu membuat banyak kalangan menilai strategi tiki-taka ala Guardiola tak cocok di Liga Inggris. Berbagai teori dan pendapat dikemukakan para pengamat, namun pemain City seperti Kevin de Bruyne membela bosnya dengan menyatakan bahwa cara bermain mereka sudah benar.
Ucapan De Bruyne itu tampak menemukan pembuktian ketika mereka mampu membuat 2 kemenangan beruntun. Mereka menang 4-0 atas West Bromwich Albion serta bungkam tim kuat Barcelona di ajang Liga Champions dengan skor yang sangat meyakinkan, 3-1.
Tetapi hasil imbang 1-1 melawan Middlesbrough akhir pekan lalu membuat keyakinan bahwa Guardiola telah berhasil menemuan racikan tiki-taka yang pas di Manchester City kembali memudar. Apalagi hasil itu membuat mereka turun dari puncak klasemen Liga Primer Inggris.
Keyakinan bahwa strategi tiki-taka tak cocok diterapkan di Manchester City akan semakin kuat jika kita menilik statistik 11 laga Liga Premier Inggris yang ada. Manchester City ternyata tak memiliki modal yang cukup kuat untuk memperagakan sepak bola yang mengandalkan penguasaan bola dan umpan dari kaki ke kaki ala Guardiola.
Secara statistik, para pemain City ternyata memiliki rata-rata akurasi umpan yang tak terlalu baik untuk ukuran Liga Primer Inggris. Dari 50 pemain dengan akurasi umpan terbaik, Manchester City hanya menempatkan 4 pemain saja. Keempat pemain itu adalah Ilkay Gundogan, John Stones, Fernandinho, dan David Silva.
Jika dibandingkan dengan tiga tim teratas saat ini – Liverpool, Chelsea dan Arsenal – Manchester City memang hanya kalah tipis. Arsenal menempatkan 6 pemain dalam daftar pengumpan berakurasi terbaik sementara Chelsea memiliki 5 pemain dan Liverpool dengan 4 pemain.
Namun jika dilihat secara lebih jauh, pemain Arsenal, Liverpool dan Chelsea jauh lebih banyak melepaskan umpan yang berbahaya ketimbang para pemain Manchester City.
Misalnya trio Phillipe Coutinho, Adam Lallana, dan Roberto Firminho. Mereka saat ini telah mengemas 13 assist, lebih banyak ketimbang Kevin de Bruyne dan Kelechi Iheanacho yang masuk dalam daftar 10 pemain pemberi assist terbanyak dengan torehan total 9 assist.
Masalah umpan-umpan kunci menjadi sangat penting bagi strategi tiki-taka ala Guardiola. Dia memiliki Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Lionel Messi, hingga Dani Alves ketika masih menangani Barcelona. Dia juga memiliki Thomas Mueller, Thiago Alcantara, Xavi Alonso, hingga David Alaba yang sangat piawai melepaskan umpan-umpan berbahaya ketika di Bayern Munchen.
Dengan data seperti itu, tentu saja Guardiola memiliki pekerjaan yang sangat berat jika ingin tetap memainkan strategi tiki-taka yang sudah melekat dengan dirinya. Dia harus mencari cara untuk meningkatkan akurasi umpan para pemainnya dan juga harus membuat para pemain City untuk lebih sering membuat peluang dengan melepaskan umpan-umpan mematikan di lini belakang lawan
Skuat tim nasional Italia untuk dua laga di jeda internasional ini sudah ditentukan. AC Milan mengirimkan perwakilan terbanyak, yakni enam nama.
Enam pemain Milan itu adalah kiper Gianluigi Donnarumma, bek Luca Antonelli, Mattia De Sciglio, Alessio Romagnoli, gelandang Giacomo Bonaventura dan striker Gianluca Lapadula. Khusus Lapadula, dia dipanggil belakangan untuk menggantikan Manolo Gabbiadin (Napoli) yang cedera.
Skuat terkini Italia AC Milan (6): Gianluigi Donnarumma, Luca Antonelli, Mattia De Sciglio, Alessio Romagnoli, Giacomo Bonaventura, Gianluca Lapadula. Juventus (3): Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Daniele Rugani. Lazio (3): Marco Parolo, Danilo Cataldi, Ciro Immobile. Genoa (3): Mattia Perin, Armando Izzo, Leonardo Pavoletti. Inter Milan (2): Antonio Candreva, Eder. Fiorentina (2): Davide Astori, Federico Bernardeschi. Torino (2): Davide Zappacosta, Andrea Belotti. Villarreal (1): Nicola Sansone. Sassuolo (1): Matteo Politano. AS Roma (1): Daniele De Rossi. Napoli (1): Lorenzo Insigne. Atalanta (1): Roberto Gagliardini. PSG (1): Marco Verratti. West Ham (1): Simone Zaza. Manchester United (1): Matteo Darmian.
Skuat inilah yang akan menghadapi Liechtenstein di kualifikasi Piala Dunia pada 13 November dan uji coba melawan Jerman pada 16 November mendatang.
Milan mengirimkan perwakilan terbanyak. Selain itu, enam pemain Milan pun tersebar merata untuk semua lini, dari kiper hingga penyerang.
No comments:
Post a Comment